PALU, BULLETIN.ID – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik tujuh pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Eselon II.b di lingkungan Pemerintah Kota Palu, Senin (15/6/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi perangkat daerah dalam mengakselerasi pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik.
Pelantikan yang berlangsung di Palu tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Sekretaris Daerah Kota Palu, Ketua DPRD Kota Palu, unsur Forkopimda, serta sejumlah pimpinan OPD.
Tujuh pejabat yang dilantik menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari bidang perencanaan pembangunan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, hingga penegakan peraturan daerah. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan target pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah kota.
Dalam sambutannya, Hadianto Rasyid menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan hasil proses seleksi yang dilakukan secara objektif untuk mendapatkan figur terbaik yang mampu menjawab tantangan pembangunan Kota Palu.
Menurut wali kota, tugas utama para pejabat yang baru dilantik bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi memastikan seluruh program prioritas pemerintah daerah berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program-program pemerintah yang telah dirancang merupakan amanah yang diberikan masyarakat melalui proses demokrasi. Karena itu seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama untuk mengawal dan mewujudkannya,” kata Hadianto.
Ia menegaskan Program 88 yang menjadi agenda pembangunan Pemerintah Kota Palu harus dipahami sebagai satu kesatuan yang saling mendukung. Untuk itu, dibutuhkan sinergi lintas organisasi perangkat daerah agar pelaksanaannya tidak berjalan sendiri-sendiri.
Hadianto mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak ditentukan oleh satu individu atau satu instansi semata, melainkan kemampuan seluruh perangkat daerah bekerja sebagai sebuah tim yang solid.
“Kita adalah satu kesatuan. Jangan bekerja sendiri-sendiri. Bangun kolaborasi lintas OPD agar setiap program dapat berjalan maksimal dan saling menopang,” tegasnya.
Selain itu, wali kota juga menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Seluruh pejabat yang dilantik telah menandatangani pakta integritas dan diminta menjadikannya sebagai pedoman dalam bekerja.
Ia berharap jabatan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebagai ruang pengabdian untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan Kota Palu di berbagai sektor.
Pelantikan tujuh pejabat ini dinilai menjadi bagian dari konsolidasi pemerintahan dalam memasuki fase percepatan program pembangunan. Dengan formasi baru pada sejumlah posisi strategis, Pemerintah Kota Palu berharap kinerja birokrasi semakin efektif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah berbagai tantangan pembangunan perkotaan.






