Sanksi KFA pada Shin Tae-yong: Dilarang Melatih 10 Tahun di Korea Selatan

  • Whatsapp
Sanksi KFA pada Shin Tae-yong

JAKARTA, BULLETIN – Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) telah menjatuhkan sanksi disiplin berat kepada mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, terkait polemik di klub Ulsan HD pada 2025. Akibat sanksi KFA pada Shin Tae-yong ini, ia terancam larangan beraktivitas sebagai pelatih di Korea Selatan hingga 10 tahun.

Menurut laporan media Korea, sanksi KFA pada Shin Tae-yong berawal dari dugaan tindakan indisipliner terhadap salah seorang pemain saat sesi perkenalan tim. Insiden tersebut kemudian viral di media sosial. Selain itu, Federasi Sepak Bola Korea Selatan juga menyoroti konflik internal dengan pemain dan persoalan manajerial Shin selama masa kepelatihannya di Ulsan HD.

Meskipun demikian, hukuman tersebut secara tegas hanya berlaku di bawah yurisdiksi KFA. Sanksi ini tidak akan memengaruhi kontrak Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija Jakarta di Liga 1 Indonesia.

“Ada banyak hal yang tidak adil dan saya ingin membuktikan kebenarannya. Namun saya khawatir hal itu justru akan merugikan para mantan pemain saya dan situasi sepak bola Korea saat ini juga tidak baik. Saya memilih menerima dan menahannya,” kata Shin Tae-yong dalam wawancara dengan media Korea.

Pelatih berusia 55 tahun itu juga mengaku masih mempertimbangkan langkah banding atas putusan berat ini. Keputusan KFA ini menjadi sorotan luas di kalangan penggemar sepak bola.

Kasus ini menambah panjang daftar dinamika yang dialami Shin Tae-yong setelah meninggalkan kursi pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025. Setelah sempat menangani Ulsan HD selama sekitar dua bulan, ia kembali ke Indonesia dan kini memimpin Persija Jakarta dengan kontrak berdurasi tiga tahun.

Berita Pilihan :  Peringatan Hari Anak Nasional Palu, Nathan Pagasongan Tekankan Hak Anak di LPKA

Pos terkait