Sang Legenda Himalaya Pergi, Nirmal Purja Meninggalkan Rekor Abadi

  • Whatsapp

GILGIT-BALTISTAN, BULLETIN – Nirmal “Nimsdai” Purja, legenda pendaki asal Nepal-Inggris yang dikenal sebagai penakluk 14 puncak dunia, meninggal dunia dalam tragedi longsoran salju di kawasan Puncak Broad, Gilgit-Baltistan, Pakistan. Kabar duka ini mengonfirmasi Nimsdai Purja meninggal pada 30 Juli 2026 dalam usia 43 tahun saat memimpin ekspedisi pendakian, mengguncang komunitas pendaki internasional.

Insiden longsoran salju tersebut juga dilaporkan menyebabkan sejumlah pendaki lain yang tergabung dalam ekspedisi mengalami cedera atau menjadi korban. Kepergian sosok Nirmal Purja ini menyisakan duka mendalam bagi dunia pendakian gunung ekstrem. Julukan “Nimsdai” melekat padanya sebagai simbol ketahanan fisik dan ambisi tanpa batas.

Sebelum menjadi pendaki profesional, Nirmal Purja memiliki latar belakang militer yang tangguh. Ia pernah bertugas sebagai anggota Brigade Gurkha Angkatan Darat Inggris sebelum bergabung dengan Special Boat Service (SBS), pasukan khusus elit Angkatan Laut Inggris. Latar belakang ini membentuk disiplin dan ketahanan fisik yang membantunya dalam petualangan pendakiannya.

Ketenaran Purja meroket setelah meluncurkan proyek ambisius “Project Possible 14/7”. Misi ini bertujuan menaklukkan seluruh 14 puncak gunung tertinggi di dunia yang memiliki ketinggian di atas 8.000 meter dalam waktu kurang dari tujuh bulan. Prestasi ini menunjukkan bahwa Nimsdai Purja meninggal sebagai legenda.

Ia berhasil menyelesaikan misi tersebut pada 29 Oktober 2019, mencetak rekor dunia baru dengan catatan waktu luar biasa enam bulan enam hari, meski menggunakan bantuan oksigen tambahan. Pencapaian ini memecahkan rekor sebelumnya dan menegaskan posisinya sebagai salah satu pendaki paling berpengaruh dalam sejarah. Dalam proyek ini, ia bahkan mendaki Everest, Lhotse, dan Makalu hanya dalam sekitar 48 jam.

Berita Pilihan :  Ribuan Jemaah Padati Monas Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan Sambut HUT ke-81 RI

Selain Project Possible, nama Nimsdai Purja meninggal sebagai bagian dari sejarah pendakian K2 musim dingin. Pada 16 Januari 2021, ia bersama tim pendaki Nepal berhasil menjadi kelompok pertama yang mencapai puncak K2 (8.611 meter) di tengah kondisi cuaca ekstrem. Pendakian ini menjadi tonggak sejarah mengingat K2 dikenal sebagai salah satu gunung paling berbahaya di dunia.

Uniknya, Purja adalah satu-satunya anggota tim yang berhasil menaklukkan puncak K2 musim dingin tanpa menggunakan oksigen tambahan. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan reputasinya sebagai pendaki gunung dengan kemampuan fisik dan mental yang luar biasa, bahkan saat Nimsdai Purja meninggal dunia.

Atas dedikasinya terhadap dunia pendakian, Ratu Elizabeth II menganugerahkan gelar Member of the Order of the British Empire (MBE) kepada Purja pada tahun 2018. Kisah hidup dan perjuangannya juga diabadikan dalam film dokumenter Netflix berjudul “14 Peaks: Nothing Is Impossible”, yang memperkenalkan warisannya kepada khalayak global.

Sepanjang kariernya, Purja berhasil menginjakkan kaki di puncak ke-14 gunung tertinggi di dunia, termasuk Everest, K2, Kangchenjunga, Lhotse, Makalu, Cho Oyu, Dhaulagiri, Manaslu, Nanga Parbat, Annapurna, Gasherbrum I, Broad Peak, Gasherbrum II, dan Shishapangma. Daftar ini menjadi bukti nyata kehebatan sang penakluk.

Kepergian Nirmal Purja, atau Nimsdai, meninggalkan warisan tak ternilai dalam dunia pendakian gunung. Ia bukan hanya seorang pemecah rekor, tetapi juga simbol bahwa batas kemampuan manusia dapat terus didorong melampaui apa yang sebelumnya dianggap mustahil. Namanya akan selalu dikenang sebagai inspirasi bagi para pendaki di seluruh dunia, bahkan setelah Nimsdai Purja meninggal.

Pos terkait