NASA Temukan ‘Lautan Poligon’ di Mars, Petunjuk Baru Jejak Air dan Potensi Kehidupan Purba

  • Whatsapp
rover Curiosity temukan poligon Mars

WASHINGTON, BULLETIN – Misi penjelajahan Mars kembali mencatatkan penemuan penting. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis panorama 360 derajat terbaru yang diambil rover Curiosity, memperlihatkan hamparan retakan berbentuk poligon menyerupai sarang lebah dalam skala yang belum pernah ditemukan sebelumnya di Planet Merah.

Lanskap tersebut berada di sebuah lembah yang dijuluki Valle Grande, di kawasan Gunung Sharp dalam Kawah Gale, lokasi yang telah dieksplorasi rover Curiosity sejak mendarat di Mars pada Agustus 2012. Penemuan lautan poligon ini menjadi pencapaian luar biasa dalam sejarah eksplorasi Mars.

Dalam panorama yang direkam pada 19-20 Juni 2026 atau Sol 4.930-4.931 misi Curiosity, pola retakan yang dikenal sebagai polygonal fractures tampak membentang sejauh mata memandang. Setiap poligon memiliki ukuran sekitar 4 hingga 8 sentimeter, jauh lebih luas dibandingkan temuan-temuan serupa yang sebelumnya hanya muncul dalam area kecil.

Para ilmuwan NASA menyebut temuan ini sebagai lautan poligon, karena luasnya area yang dipenuhi pola geometris tersebut menjadi yang terbesar sepanjang hampir 14 tahun operasi rover Curiosity di Mars. Fenomena ini membuka peluang pemahaman baru tentang sejarah planet tersebut.

Menurut ilmuwan proyek Curiosity, Ashwin Vasavada, tim peneliti kini tengah mengkaji secara rinci bentuk, struktur, dan komposisi kimia dari retakan-retakan tersebut untuk mengungkap proses pembentukannya.

“Kami telah melihat banyak lanskap menakjubkan melalui mata rover Curiosity, tetapi lautan poligon ini benar-benar membuat kami takjub,” ujar Vasavada dalam keterangan NASA.

Sejumlah hipotesis kini sedang diuji untuk menjelaskan pembentukan pola poligon yang luas ini. Salah satu dugaan terkuat menyebut pola itu terbentuk ketika sedimen yang pernah basah mengalami proses mengering sehingga menciptakan retakan lumpur purba. Namun ilmuwan juga tidak menutup kemungkinan bahwa pola tersebut dipengaruhi oleh siklus perubahan suhu ekstrem, tekanan geologi, maupun proses keluarnya air dari lapisan sedimen selama miliaran tahun.

Berita Pilihan :  Roket SpaceX Diprediksi Hantam Bulan, Picu Ledakan 2,8 Ton TNT

Jika terbukti berasal dari retakan lumpur yang terbentuk akibat keberadaan air, penemuan rover Curiosity tentang poligon Mars akan memperkuat bukti bahwa wilayah sekitar Gunung Sharp pernah memiliki lingkungan yang basah dan berpotensi mendukung kehidupan mikroba pada masa lalu.

Rover Curiosity sendiri telah menjelajahi kaki Gunung Sharp sejak 2014. Selama misinya, rover berukuran mobil itu telah menemukan berbagai bukti keberadaan air purba, mulai dari batuan sedimen bekas danau, mineral karbonat, molekul organik, hingga struktur geologi yang menunjukkan adanya aliran air bawah tanah pada masa lampau.

Penemuan terbaru di Valle Grande kini menjadi salah satu target penelitian paling penting dalam misi rover Curiosity. Analisis lanjutan terhadap batuan dan komposisi kimianya diharapkan dapat membantu para ilmuwan merekonstruksi sejarah iklim Mars, memahami kapan air menghilang dari permukaan planet tersebut, serta menjawab pertanyaan besar mengenai apakah Mars pernah benar-benar mendukung kehidupan pada masa silam.

Pos terkait