Spooky in Love dan Love on the Menu Pecahkan Rekor Rating Drama Korea

  • Whatsapp
rating drama Korea akhir pekan

Seoul, BULLETIN – Dua serial drama Korea sama-sama memecahkan rekor rating tertinggi mereka. Spooky in Love dan Love on the Menu mendominasi persaingan rating drama Korea akhir pekan dengan pencapaian luar biasa yang menunjukkan minat penonton tetap tinggi.

Berdasarkan data Nielsen Korea, episode terbaru Spooky in Love yang tayang pada 2 Agustus menutup paruh pertama musimnya dengan rating rata-rata nasional sebesar 6,0 persen. Pencapaian rating drama Korea akhir pekan ini menempatkannya sebagai program dengan rating terbaik di slot waktunya di seluruh saluran televisi kabel sejak awal penayangan.

“Angka rating yang konsisten ini membuktikan daya tarik cerita yang kuat,” ungkap sumber industri drama Korea akhir pekan. Persaingan rating drama Korea semakin ketat seiring meningkatnya kualitas produksi yang ditawarkan berbagai stasiun televisi.

Sementara itu, drama Love on the Menu yang tayang di KBS2 mencatatkan pencapaian yang lebih mengesankan lagi. Episode keempat serial tersebut meraih rating rata-rata nasional 13,3 persen, menjadikannya episode dengan jumlah penonton tertinggi dan mempertahankan statusnya sebagai program televisi paling banyak disaksikan pada Minggu malam. Dominasi rating drama Korea akhir pekan ini menunjukkan preferensi penonton terhadap drama bergenre romansa keluarga yang ditayangkan televisi terestrial.

Persaingan rating juga berlangsung ketat di drama lainnya. Serial The Apartment Job mencatat peningkatan dengan meraih rating nasional 5,4 persen pada episode terbarunya. Sementara The Husband berhasil membukukan rating rata-rata nasional 7,2 persen menjelang pekan terakhir penayangannya.

Hasil rating terbaru ini menunjukkan persaingan drama Korea di akhir pekan semakin kompetitif. Sejumlah drama mampu mempertahankan bahkan meningkatkan jumlah penonton, memperkuat tren positif rating drama Korea pada paruh kedua 2026.

Berita Pilihan :  Konten Kreator Kick Tuai Sorotan, Pelecehan dan Kekerasan Jadi Polemik Moderasi

Pos terkait