JAKARTA, BULLETIN – Perhelatan akbar Piala Dunia 2026 di Amerika Utara diprediksi membawa perubahan signifikan terhadap nilai pasar sejumlah bintang sepak bola. Turnamen empat tahunan ini menjadi barometer penting yang memengaruhi valuasi pemain berdasarkan beberapa faktor kunci, termasuk usia, performa di lapangan, durasi kontrak, serta potensi komersial dan penjualan.
Salah satu nama yang paling menonjol dengan lonjakan valuasi adalah Lamine Yamal. Pemain muda berbakat asal Spanyol ini disebut tampil sangat impresif sepanjang turnamen, bahkan turut membantu negaranya meraih gelar juara dunia. Penampilan cemerlangnya di panggung global ini tentu meningkatkan daya tawar dan popularitasnya.
Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, Yamal memiliki prospek karier jangka panjang yang sangat cerah. Kombinasi usia muda dan performa kelas dunia di level internasional menjadikan nilai pasarnya mendapat sorotan khusus setelah selesainya Piala Dunia 2026.
Sementara itu, penyerang tajam Norwegia, Erling Haaland, yang kini berusia 25 tahun, tetap mempertahankan posisinya dalam daftar pemain dengan valuasi tinggi. Haaland terus mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia, meskipun langkah tim nasional Norwegia di Piala Dunia 2026 harus terhenti pada babak perempat final. Reputasinya tetap tidak tergoyahkan berkat konsistensi mencetak gol.
Berbeda dengan Yamal dan Haaland, nilai pasar dua megabintang senior, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, justru tercatat mengalami penurunan signifikan. Hal ini wajar mengingat usia mereka yang sudah tidak lagi muda dan mendekati akhir karier profesional mereka.
Messi, yang telah memenangkan berbagai gelar individu dan tim, kini diperkirakan memiliki estimasi nilai pasar sekitar USD 17 juta atau setara Rp275,4 miliar. Angka ini mencerminkan transisi karier dan potensi masa depan yang berbeda dari pemain-pemain muda. Sementara itu, Cristiano Ronaldo, ikon sepak bola lainnya, berada di kisaran USD 11 juta atau sekitar Rp178,2 miliar.
Penting untuk diingat bahwa angka valuasi pasar ini tidak serta-merta dapat dijadikan ukuran langsung terhadap kualitas maupun prestasi seorang pemain secara keseluruhan. Nilai pasar merupakan estimasi yang mempertimbangkan berbagai faktor seperti usia, sisa masa kontrak dengan klub, prospek karier di masa depan, serta potensi nilai jual pemain di bursa transfer. Sebagai contoh, FIFA, sebagai badan sepak bola dunia, memiliki berbagai regulasi terkait transfer dan nilai pemain yang turut memengaruhi estimasi ini.
Dengan demikian, rendahnya valuasi pasar bagi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo tidak serta-merta mencerminkan penurunan kualitas mereka di lapangan hijau. Pengalaman, segudang prestasi, dan kemampuan luar biasa kedua pemain tetap menjadi bagian integral dan tak terpisahkan dari sejarah sepak bola modern yang gemilang.






