PALU, BULLETIN – Inspektur Wilayah (Irwil) III Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Kemenimipas), Hendro Tri Prasetyo, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng), Herman Mulawarman, meninjau langsung kualitas Pembinaan dan Layanan Lapas-Rutan Palu pada Jumat, 07/08/2026. Peninjauan ini difokuskan pada program pembinaan warga binaan, kualitas layanan dasar, serta pelaksanaan tugas di lapangan guna memastikan standar terpenuhi.
Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu, rombongan disambut oleh Kepala Lapas Palu, Makmur, dan jajarannya. Peninjauan mencakup program bimbingan kerja meubelair serta melihat langsung produk unggulan hasil pembinaan, seperti keripik pisang berbagai varian dan bawang goreng. Kualitas Pembinaan dan Layanan Lapas-Rutan Palu menjadi prioritas utama kunjungan ini.
Herman Mulawarman mengapresiasi upaya pembinaan yang telah diarahkan pada keterampilan produktif di Lapas Palu. Menurutnya, hasil Pembinaan dan Layanan Lapas-Rutan Palu harus memiliki nilai guna nyata sebagai bekal warga binaan saat kembali ke masyarakat.
“Pembinaan harus menghasilkan keterampilan yang nyata. Jangan hanya menjadi aktivitas di dalam lapas, tetapi harus menjadi bekal bagi warga binaan untuk mandiri setelah kembali ke masyarakat,” kata Herman Mulawarman.
Setelah itu, peninjauan dilanjutkan ke area dapur dan pengamanan. Baik Herman maupun Hendro juga berdialog langsung dengan para petugas untuk melihat secara langsung pelaksanaan tugas serta kondisi riil di lapangan, memastikan standar Pembinaan dan Layanan Lapas-Rutan Palu terjaga.
Makmur menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengembangkan program pembinaan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dipasarkan secara luas. Ini bertujuan agar warga binaan memiliki keterampilan yang relevan dan marketable setelah bebas.
“Kami terus mendorong pembinaan yang produktif, baik melalui keterampilan kerja maupun pengembangan produk agar warga binaan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas,” ujar Makmur.
Dari Lapas Palu, rombongan bergerak menuju Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu dan disambut oleh Kepala Rutan, Wachid Kurniawan Budi Santoso, beserta jajaran. Perhatian khusus diberikan pada layanan kebutuhan dasar warga binaan di Rutan, sebagai bagian penting dari Pembinaan dan Layanan Lapas-Rutan Palu.
Hendro dan Herman meninjau area dapur, proses pengolahan bahan makanan, hingga ruang penyimpanan bahan yang dilengkapi pendingin untuk menjaga kualitas. Keduanya juga memeriksa proses penyajian makanan bagi warga binaan, memastikan bahwa setiap aspek Pembinaan dan Layanan Lapas-Rutan Palu telah memenuhi standar.
Herman Mulawarman menegaskan bahwa peninjauan lapangan semacam ini adalah bagian penting dari upaya memastikan kebijakan pemasyarakatan diterapkan hingga tingkat pelaksana. Ini juga untuk memastikan standar Pembinaan dan Layanan Lapas-Rutan Palu benar-benar berjalan sesuai pedoman.
“Kami ingin memastikan pelayanan berjalan sesuai standar, kebutuhan dasar terpenuhi, dan pembinaan terus memberikan manfaat. Apa yang sudah baik harus dipertahankan, sementara yang masih kurang harus segera diperbaiki,” ujar Herman Mulawarman.
Kondisi dapur yang bersih mendapat apresiasi dari rombongan. Namun, Hendro Tri Prasetyo menekankan pentingnya menjaga standar kebersihan tersebut secara konsisten, tidak hanya saat ada peninjauan. Konsistensi merupakan kunci dalam Pembinaan dan Layanan Lapas-Rutan Palu.
“Yang terpenting bukan hanya terlihat baik saat dilakukan pemeriksaan, tetapi standar pelayanan harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Kebersihan, pengelolaan makanan, keamanan dan pelayanan harus dijaga secara konsisten,” kata Hendro Tri Prasetyo.
Selain itu, rombongan juga meninjau Wartelsus sebagai sarana komunikasi warga binaan dengan keluarga, ruang pangkas rambut sebagai media pembinaan keterampilan, hingga blok hunian. Dalam kesempatan tersebut, Hendro dan Herman juga berdialog langsung dengan beberapa warga binaan, untuk memahami langsung efektivitas Pembinaan dan Layanan Lapas-Rutan Palu.
Bagi Hendro, kualitas pemasyarakatan tidak hanya diukur dari kondisi sarana prasarana. Lebih dari itu, kualitas pemasyarakatan juga dinilai dari konsistensi pelayanan, kedisiplinan petugas, keamanan, serta keberhasilan program pembinaan dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.
Wachid Kurniawan Budi Santoso menyatakan bahwa masukan dari pimpinan akan menjadi bahan evaluasi penting untuk menjaga dan terus meningkatkan kualitas layanan di Rutan Palu. Pihaknya berkomitmen terhadap perbaikan berkelanjutan.
“Kami akan terus menjaga kualitas layanan dan menjadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar maupun pembinaan warga binaan,” kata Wachid Kurniawan Budi Santoso.
Peninjauan ini diharapkan menjadi dorongan kuat bagi jajaran Kanwil Ditjenpas Sulteng dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan untuk senantiasa menjaga standar layanan, memperkuat pengawasan, serta memastikan program pembinaan berjalan secara produktif, terukur, dan berkelanjutan.






