PALU, BULLETIN – Seorang Mahasiswa Somalia UIN Datokarama bernama Abdullah Osman telah tiba di Kota Palu pada Sabtu, 8 Agustus 2026, untuk memulai perkuliahan di Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.
Kedatangan Abdullah Osman di Bandara Mutiara SIS Aljufri disambut langsung oleh Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Datokarama Palu, Dr. Darlis, beserta sejumlah dosen. Abdullah tiba menggunakan penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta, menandai dimulainya babak baru dalam pendidikannya.
Setelah tiba di Palu, Abdullah langsung menuju Ma’had Al-Jami’ah UIN Datokarama Palu. Ia dijadwalkan akan mengikuti pembekalan Bahasa Indonesia sebagai persiapan penting sebelum secara resmi mengikuti berbagai aktivitas perkuliahan di UIN Datokarama.
Abdullah Osman mengungkapkan bahwa perjalanan menuju Palu cukup panjang dan melelahkan. Perjalanannya dimulai dari Somalia, dilanjutkan ke Uganda, transit di Doha, Qatar, sebelum akhirnya terbang ke Jakarta dan melanjutkan ke Palu.
“I came from Uganda to Doha. I was transit in Doha, then I came from Doha to Jakarta. The trip was very tiring and it was too long,” kata Abdullah Osman, menjelaskan panjangnya perjalanan dari Afrika hingga Indonesia.
Meskipun demikian, rasa lelah tersebut terbayar setelah dirinya tiba di Palu. Ia mengaku menikmati perjalanan dari Jakarta menuju Palu dan merasa sangat senang setelah tiba di kota yang akan menjadi tempatnya menempuh pendidikan.
“But then I came from Jakarta to Palu. I enjoyed my trip. The trip was very, very good, alhamdulillah,” imbuhnya, menyampaikan rasa syukurnya.
Setibanya di UIN Datokarama, Abdullah mengaku mendapat sambutan hangat dari para dosen dan lingkungan kampus. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak kampus yang telah menyambut dan membantunya sejak tiba di Palu.
“My teachers all welcomed me and I appreciate them,” kata Abdullah, menunjukkan rasa terima kasihnya.
Abdullah kemudian sarapan bersama pihak kampus sebelum menuju tempat tinggalnya di Ma’had Al-Jami’ah. Baginya, sambutan tersebut menjadi kesan awal yang positif sebagai seorang mahasiswa asing yang akan tinggal dan belajar di UIN Datokarama Palu.
Setelah tiba di Ma’had Al-Jami’ah UIN Datokarama Palu, Abdullah akan mengikuti pembekalan Bahasa Indonesia. Pembekalan ini merupakan tahap awal krusial sebelum dirinya mengikuti kegiatan perkuliahan secara penuh di UIN Datokarama.
Kemampuan berbahasa Indonesia sangat penting untuk membantu Abdullah beradaptasi dengan lingkungan kampus dan kehidupan sosial di Palu. Selain memudahkan komunikasi dengan dosen, kemampuan bahasa juga akan membantunya berinteraksi dengan mahasiswa lainnya serta memahami materi perkuliahan.
Kehadiran mahasiswa asing seperti Abdullah sekaligus memperlihatkan semakin terbukanya UIN Datokarama Palu bagi mahasiswa dari berbagai negara. Abdullah bahkan mengajak teman-temannya dari negara lain untuk mempertimbangkan UIN Datokarama Palu sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, kampus tersebut memberikan pengalaman yang sangat baik sejak kedatangannya. “I encourage my friends to come to UIN Datokarama Palu. I am a student now. I am a student at UIN Datokarama Palu. This university is very, very good,” ujarnya.
Kini, Abdullah Osman resmi menjadi bagian dari civitas akademika UIN Datokarama Palu. Perjalanan panjang dari Somalia dan Uganda, transit di Doha, kemudian menuju Jakarta dan akhirnya tiba di Palu menjadi pengalaman baru yang tidak terlupakan baginya.
Meski mengaku lelah karena perjalanan yang panjang, ia merasa senang setelah mendapatkan sambutan hangat dari pihak kampus. Ia juga mengapresiasi perhatian yang diberikan sejak kedatangannya hingga diarahkan menuju tempat tinggal di Ma’had Al-Jami’ah.
Kehadiran Abdullah Osman adalah bagian dari program penerimaan mahasiswa asing UIN Datokarama Palu pada tahun 2026. UIN Datokarama Palu akan menerima 21 mahasiswa asing dari 11 negara untuk menempuh pendidikan sarjana, menunjukkan komitmen kampus dalam internasionalisasi pendidikan.
Para calon mahasiswa tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari 486 pendaftar yang berasal dari 23 negara. Sebanyak 176 pendaftar dinyatakan lolos seleksi administrasi, dan 21 orang berhasil melewati tahap wawancara untuk menjadi calon Mahasiswa Somalia UIN Datokarama dan mahasiswa asing lainnya.
Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman Thahir, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk melengkapi proses administrasi kedatangan para calon mahasiswa asing. Proses ini termasuk pengurusan rekomendasi visa bagi para mahasiswa.
“Rekomendasi dari Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri (Biro HKLN) Kementerian Agama Republik Indonesia ini, menjadi penguatan dan kelengkapan administrasi untuk pengurusan dan penerbitan visa oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia bagi 21 mahasiswa asing,” ujar Prof. Lukman Thahir pada Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Prof. Lukman, UIN Datokarama melalui Pusat Hubungan Internasional juga terus berkomunikasi intensif dengan para calon mahasiswa terkait persiapan keberangkatan menuju Indonesia. Ini menunjukkan perhatian kampus terhadap kelancaran proses adaptasi mahasiswa internasional.
“Para calon mahasiswa ini memilih untuk melanjutkan kuliah S1 di UIN Datokarama mulai tahun 2026 ini, dan hingga saat ini mereka telah melakukan persiapan-persiapan menuju Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah,” ungkapnya lebih lanjut.
Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Datokarama Palu, Darlis, menjelaskan bahwa 21 calon mahasiswa asing tersebut berasal dari Afghanistan, Pantai Gading, Ethiopia, India, Mali, Nigeria, Pakistan, Palestina, Somalia, Thailand dan Yaman. Rinciannya, dua orang dari Afghanistan, satu orang dari Pantai Gading, Ethiopia, India, dan Mali.
Selanjutnya, ada tiga orang dari Nigeria, empat orang dari Pakistan, lima orang dari Palestina, serta masing-masing satu orang dari Somalia, Thailand, dan Yaman. Abdullah Osman menjadi salah satu Mahasiswa Somalia UIN Datokarama yang telah tiba di Palu, sedangkan mahasiswa lainnya akan menyusul.






