176 dari 200 Kursi Terisi, Rute Palu-Guangzhou Jadi Sinyal Kuat Pasar Internasional Sulteng

  • Whatsapp
Penerbangan Palu-Guangzhou
Wagub Reny Sambut Penerbangan Perdana China Southern Airlines, Palu–Guangzhou Resmi Terhubung Langsung . (Foto:Ist)

PALU, BULLETIN – Penerbangan Palu-Guangzhou oleh China Southern Airlines berhasil menarik minat tinggi, dengan 176 dari sekitar 200 kursi terisi penuh pada penerbangan perdananya. Ini menjadi sinyal kuat dibukanya gerbang ekonomi Sulawesi Tengah ke Tiongkok.

Pesawat perdana tersebut tiba di Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, pada 11/08/2026, dan disambut meriah oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido,  melalui tradisi water salute.

Dibukanya rute penerbangan Palu-Guangzhou ini diharapkan tidak hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi sektor perdagangan, investasi, pariwisara, serta berbagai aktivitas ekonomi antara Sulawesi Tengah dan Tiongkok.

Reny menjelaskan, pembukaan rute penerbangan Palu-Guangzhou merupakan hasil dari upaya keras Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Pemerintah telah berjuang sejak 2025 untuk mendorong konektivitas internasional langsung dari Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri ke Tiongkok.

“Sejak tahun 2025, Pak Gubernur sudah berusaha bagaimana bandara internasional ini bisa memiliki penerbangan langsung ke Tiongkok. Alhamdulillah, hari ini China Southern Airlines membuka rute Guangzhou-Palu dan Palu-Guangzhou,” kata Reny.

Menurutnya, keberadaan penerbangan langsung ini memberikan keuntungan signifikan dari sisi efisiensi perjalanan. Sebelumnya, masyarakat yang ingin menuju Guangzhou harus transit di Jakarta dan seringkali perlu menginap sebelum melanjutkan perjalanan. Kini, penerbangan Palu-Guangzhou memungkinkan perjalanan langsung.

“Dulu kalau mau ke Guangzhou harus ke Jakarta dulu, bahkan harus menginap. Sekarang kita bisa langsung dari Palu. Ini luar biasa,” ujarnya.

Tingkat keterisian kursi sebesar 88 persen pada penerbangan perdana ini menjadi indikator awal yang sangat positif mengenai potensi pasar rute penerbangan Palu-Guangzhou. Dari total sekitar 200 kursi, 176 kursi telah terisi penuh, menunjukkan permintaan yang tinggi.

Okupansi yang tinggi ini diharapkan dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan, sehingga rute penerbangan Palu-Guangzhou tidak hanya bertahan jangka pendek, tetapi juga dapat berkembang dengan penambahan frekuensi.

Berita Pilihan :  Gubernur Anwar Hafid Lepas Ribuan Pesepeda di Gowes HUT ke-1 Kodam XXIII/Palaka Wira

Reny menambahkan, mulai September mendatang, frekuensi penerbangan Palu-Guangzhou direncanakan meningkat menjadi dua kali dalam sepekan. Pemerintah daerah akan gencar melakukan promosi untuk memastikan tingkat keterisian penerbangan tetap tinggi.

“Promosi ini jangan berhenti di sini. Mari kita bersama-sama, melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan, mempromosikan penerbangan ini supaya terus penuh,” tegasnya.

Bagi Sulawesi Tengah, konektivitas langsung dengan Guangzhou juga dianggap sebagai pintu masuk strategis untuk memperluas hubungan ekonomi dengan pasar Tiongkok. Akses penerbangan Palu-Guangzhou yang lebih mudah diharapkan mendorong mobilitas pelaku usaha, wisatawan, investor, serta masyarakat umum.

Reny menilai, keberadaan rute internasional seperti penerbangan Palu-Guangzhou sangat penting untuk memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai daerah yang terbuka terhadap konektivitas global.

“Kalau kita ingin dikenal, kita harus punya bandara internasional dan penerbangan internasional. Ini membuka jalan semakin majunya perdagangan, ekonomi, pariwisata, dan hubungan kita dengan negara lain,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk memastikan konektivitas penerbangan Palu-Guangzhou berjalan konsisten, diikuti peningkatan frekuensi serta pengembangan infrastruktur Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri. Ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah.

“Kita berharap ini bisa berjalan konsisten, frekuensi penerbangan terus bertambah, dan Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri semakin berkembang. Ini adalah wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar daerah kita terus maju,” pungkasnya.

Penerbangan perdana ini turut dihadiri oleh General Manager China Southern Airlines Mr. Wang Hongxiong, Kepala Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Prasetiyohadi, S.T., S.H., M.H., unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.

Dengan tingkat keterisian mencapai 88 persen pada penerbangan perdana, rute Palu-Guangzhou kini menghadapi tantangan mempertahankan minat penumpang dan mengubah konektivitas baru ini menjadi peluang nyata pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah di masa depan.

Pos terkait