Empat Anak Michael Hartono Kini Pegang Warisan Saham Rp209 Triliun

  • Whatsapp
Pewarisan Michael Hartono
Michael Hartono. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan).

JAKARTA, BULLETIN – Kepergian konglomerat Michael Bambang Hartono pada Maret 2026 tidak hanya meninggalkan jejak panjang dalam dunia usaha Indonesia, tetapi juga menandai dimulainya proses Pewarisan Michael Hartono yang melibatkan estafet kekayaan dan bisnis keluarga kepada generasi berikutnya.

Empat anak Michael Hartono dilaporkan menerima pengalihan kepemilikan saham di PT Dwimuria Investama Andalan, perusahaan yang menjadi pemegang saham pengendali PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Nilai kepemilikan yang dialihkan tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$11,7 miliar, sehingga jika dibagi rata, nilai kepemilikan masing-masing anak berada di kisaran US$2,93 miliar atau sekitar Rp52 triliun, tergantung kurs yang digunakan. Proses Pewarisan Michael Hartono ini menjadi salah satu transfer kekayaan terbesar di Asia.

Laporan Cinco Días menyebut empat anak Michael mewarisi kepemilikan 49 persen di PT Dwimuria Investama Andalan setelah Michael meninggal dunia. Nilai tersebut menjadikan pengalihan kekayaan keluarga Hartono sebagai salah satu transfer kekayaan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, angka tersebut perlu dipahami sebagai nilai kepemilikan saham, bukan berarti masing-masing ahli waris menerima uang tunai sekitar Rp52 triliun. Penting untuk dicatat bahwa Pewarisan Michael Hartono ini berupa saham, bukan tunai.

Berasal dari Pengendalian BCA

PT Dwimuria Investama Andalan memiliki posisi strategis dalam struktur kepemilikan BCA. Berdasarkan data resmi BCA per 31 Desember 2024, perusahaan tersebut menguasai 54,94 persen saham BCA, sementara 45,06 persen sisanya dimiliki publik.

Dalam struktur pengendalian yang sebelumnya dipublikasikan BCA, PT Dwimuria Investama Andalan dimiliki oleh dua bersaudara, yakni Robert Budi Hartono sebesar 51 persen dan Bambang Hartono atau Michael sebesar 49 persen. Dengan demikian, kepemilikan Michael atas perusahaan holding tersebut menjadi salah satu sumber utama kekayaan yang kemudian masuk dalam proses Pewarisan Michael Hartono.

BCA sendiri merupakan bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Posisi Dwimuria sebagai pemegang saham pengendali membuat perubahan kepemilikan di perusahaan tersebut menjadi bagian penting dari proses suksesi bisnis keluarga Hartono.

Michael Hartono Meninggal pada Usia 86 Tahun

Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura pada 19 Maret 2026 dalam usia 86 tahun. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Grup Djarum. Corporate Communication Senior Manager Group Djarum Budi Darmawan mengatakan keluarga besar perusahaan berduka atas wafatnya Michael.

Berita Pilihan :  KMP Putri Yasmin Terbakar, 1 Penumpang Tewas dan 172 Orang Dievakuasi

“Keluarga besar PT Djarum berduka cita mendalam atas wafatnya pimpinan kami, Pak Michael Bambang Hartono,” kata Budi Darmawan, seperti dikutip detikcom dan ANTARA. Kabar duka ini menjadi awal dari proses Pewarisan Michael Hartono.

Reuters juga melaporkan bahwa Michael merupakan salah satu pemilik utama BCA bersama adiknya, Robert Budi Hartono. Keduanya membangun kekayaan keluarga melalui Grup Djarum dan berbagai bisnis lain yang berkembang ke sektor perbankan, elektronik, perkebunan, teknologi hingga properti. Forbes mencatat Michael Hartono sebagai salah satu orang terkaya Indonesia sebelum wafat. Dalam profil Forbes yang diperbarui pada 10 Maret 2026, kekayaan bersih Michael diperkirakan mencapai US$18,9 miliar.

Bukan Sekadar Warisan, tetapi Suksesi

Besarnya nilai aset yang berpindah generasi membuat proses Pewarisan Michael Hartono ini lebih dari sekadar pembagian harta keluarga. Kepemilikan atas perusahaan holding yang mengendalikan lebih dari separuh saham BCA menempatkan proses suksesi keluarga Hartono sebagai salah satu perkembangan penting dalam lanskap bisnis Indonesia.

Keluarga Hartono sendiri membangun bisnis dari industri rokok melalui Djarum. Dalam beberapa dekade, bisnis tersebut berkembang menjadi konglomerasi dengan kepentingan di berbagai sektor. Selain BCA dan Djarum, keluarga Hartono memiliki kepentingan bisnis di sektor properti, elektronik, teknologi, perdagangan digital, perkebunan dan sejumlah bidang lainnya. Reuters mencatat diversifikasi bisnis keluarga tersebut telah berkembang jauh dari bisnis rokok yang menjadi fondasinya.

Peralihan kepemilikan Michael kepada empat anaknya kini menjadi bagian dari fase baru perjalanan bisnis keluarga tersebut. Di sisi lain, perubahan kepemilikan tidak serta-merta berarti terjadi perubahan kendali operasional di seluruh perusahaan keluarga. Struktur pengelolaan setiap entitas memiliki mekanisme tersendiri dan perlu dibedakan dari kepemilikan ekonominya.

Karena itu, Pewarisan Michael Hartono lebih tepat dilihat sebagai perpindahan aset dan hak kepemilikan kepada generasi berikutnya, sementara kesinambungan pengelolaan bisnis akan bergantung pada struktur korporasi dan keputusan keluarga setelah proses pewarisan berlangsung. Bagi keluarga Hartono, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mempertahankan besarnya kekayaan yang telah dibangun. Tantangan utamanya adalah memastikan aset tersebut tetap berkembang dan bisnis keluarga mampu bertahan melewati pergantian generasi, melanjutkan estafet bisnis yang telah dirintis.

Pos terkait