Fathur Razaq Ajak Warga Lindu Jaga Adat dan Alam di HUT RI ke-81

  • Whatsapp
Fathur Razaq
Semangat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam. (Foto: Ist)

SIGI, BULLETIN – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, berlangsung meriah dengan kegiatan “Gebyar Berani Berkibar”. Acara ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus meneguhkan komitmen dalam melestarikan adat, budaya, dan lingkungan Lindu, yang dipelopori oleh Fathur Razaq.

Pada kesempatan tersebut, Fathur Razaq mengajak masyarakat Lindu memaknai peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk mengingat kembali jati diri, memperkuat persaudaraan, dan membangun semangat bersama demi masa depan daerah. Menurutnya, perayaan ini bukan sekadar seremoni belaka.

Di hadapan para tokoh adat, camat, tokoh masyarakat, kepala desa, dan seluruh warga Lindu, Fathur Razaq menyampaikan bahwa Lindu memiliki kekayaan yang tak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada adat, budaya, dan kehidupan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kita tidak sekadar berkumpul untuk memperingati kemerdekaan. Kita berkumpul untuk mengingat siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana kita ingin melangkah,” kata Fathur Razaq.

Menurutnya, “Gebyar Berani Berkibar” mencerminkan semangat masyarakat untuk saling menguatkan. Berbagai lomba, permainan, seni, dan rangkaian kegiatan yang digelar menjadi ruang untuk merawat semangat gotong royong sekaligus mendorong generasi muda agar berani berkarya.

“Yang paling penting bukan siapa yang menang. Yang paling penting adalah kita datang sebagai masyarakat, dan pulang sebagai keluarga,” ujarnya.

Fathur Razaq juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda Lindu agar berani memiliki mimpi besar dan tidak takut melangkah jauh dalam mengejar cita-cita mereka.

“Boleh pergi jauh. Boleh menjadi apa pun yang kalian impikan. Tapi jangan pernah kehilangan akar. Karena orang yang tahu dari mana ia berasal, akan tahu ke mana ia harus melangkah,” ucapnya.

Berita Pilihan :  Mousetrap Rilis Trailer Perdana: Ryu Jun Yeol Terjebak Pencurian Identitas

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan warisan budaya Lindu, mulai dari danau, hutan, hingga adat dan tradisi yang merupakan bagian penting dari identitas masyarakat.

“Jaga danaunya. Jaga hutannya. Jaga adatnya. Jaga budayanya. Dan yang paling penting, jaga rasa persaudaraan di antara kita,” tegas Fathur Razaq.

Semangat Fathur Razaq dalam menghadirkan peringatan kemerdekaan yang dekat dengan masyarakat bukan kali ini saja. Pada perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun sebelumnya, kegiatan peringatan juga diadakan di kawasan Bukit Salena dengan melibatkan warga dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan perayaan kemerdekaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan partisipasi masyarakat.

Keterlibatan warga dan tokoh masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui hal-hal sederhana: berkumpul, bergotong royong, menjaga persaudaraan, serta memberikan ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk berpartisipasi.

Bagi Fathur Razaq, semangat kemerdekaan harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya dengan mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga dengan berani bermimpi, berani bergerak, berani menjaga apa yang dimiliki, dan berani memberikan yang terbaik bagi daerah dan Indonesia. Lebih lanjut, informasi mengenai kegiatan serupa bisa diakses melalui situs resmi Pemerintah Kabupaten Sigi.

“Sulteng yang besar dibangun dari seluruh penjuru negeri. Lindu adalah bagian dari kekuatan itu, dari masyarakat yang bersatu, dari semangat kebersamaan, dari gotong royong yang terus hidup, dan dari generasi yang berani berkarya,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lindu pun menjadi momentum untuk terus memperkuat persaudaraan, merawat kebersamaan, dan membangun daerah dengan rasa bangga terhadap identitas serta kekayaan yang dimiliki.

“Berani bermimpi. Berani bergerak. Berani menjaga. Berani berkibar. Dari Lindu, untuk Indonesia,” tutup Fathur Razaq.

Pos terkait