53 PNS Baru Untad Dilantik, Prof Amar Tekankan Integritas dan Budaya Melayani

  • Whatsapp
PNS Untad
53 PNS Baru Untad Dilantik, Prof Amar Tekankan Integritas dan Budaya Melayani. (Foto;Its)

PALU, BULLETIN – Sebanyak 53 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Universitas Tadulako (Untad) resmi menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 12 Agustus 2026. Rektor Untad, Prof. Amar, menegaskan bahwa perubahan status ini bukan sekadar administrasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membangun budaya melayani dan berani berinovasi bagi para PNS Untad.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji PNS Untad berlangsung di Media Center Lantai 2 Untad, dihadiri jajaran pimpinan serta sivitas akademika. Acara ini menandai dimulainya pengabdian lebih besar kepada bangsa, negara, dan khususnya Universitas Tadulako.

“Pelantikan atau pengambilan sumpah ini bukan hanya sekadar kegiatan administratif, tetapi bagi kami ini merupakan awal dari pengabdian yang lebih besar kepada bangsa, negara, dan khususnya bagi Universitas Tadulako,” kata Prof. Amar.

Sebanyak 53 PNS Untad yang baru dilantik tersebar di sembilan fakultas, termasuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (14 orang), Fakultas Hukum (11 orang), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (11 orang). Prof. Amar menekankan pentingnya integritas, etika, dan profesionalisme sebagai fondasi kerja para PNS Untad dalam memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa dan masyarakat.

Selain itu, Prof. Amar juga mengingatkan para PNS Untad untuk berhati-hati menghadapi arus informasi digital. Sebagai aparatur negara, kebebasan berekspresi di media sosial harus disertai dengan tanggung jawab dan kemampuan menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Kepatuhan terhadap aturan dan etika menjadi bagian tak terpisahkan dari profesionalisme aparatur.

“Dengan sistem informasi yang begitu terbuka melalui media sosial, kita sebagai PNS harus berhati-hati dalam memberikan komentar atau menyebarkan berita yang belum diyakini kebenarannya,” tegas Prof. Amar.

Berita Pilihan :  Rektor UIN Palu: PBAK Harus Menyenangkan Mahasiswa Baru

Perubahan budaya kerja menjadi fokus utama rektor, di mana dosen dan dosen wali disebut sebagai ujung tombak pelayanan akademik. Pelayanan di perguruan tinggi harus bergeser dari pola administratif menjadi budaya melayani yang cepat, tepat, ramah, transparan, dan solutif, memanfaatkan teknologi yang telah ada.

Prof. Amar juga mendorong para PNS Untad untuk terus mengembangkan kapasitas, termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3, bahkan ke luar negeri. Untad siap mendukung peningkatan kemampuan bahasa asing sebagai bekal, guna menciptakan sumber daya manusia yang kuat secara akademik dan adaptif terhadap perkembangan global.

“PNS harus terus meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan kualitas diri. Bagi PNS baru yang belum S3, kita dorong dan haruskan mengambil pendidikan lanjutan di luar negeri,” ujar Prof. Amar.

Pesannya kepada 53 PNS Untad baru adalah agar tidak berhenti setelah dilantik, melainkan menjadi agen perubahan dan inovasi. Status PNS harus menjadi titik awal untuk membangun budaya kerja yang lebih baik, dengan integritas, pelayanan prima, dan peningkatan kompetensi sebagai pilar utama kemajuan institusi. Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kualitas perguruan tinggi melalui kualitas sumber daya manusia.

Pos terkait