Reses Reinhard Vester Tamma, Warga Palu Timur Soroti Minimnya Penerangan Jalan

  • Whatsapp
Penerangan Jalan Umum Palu
Reses Reinhard Vester Tamma, Warga Palu Timur Soroti Minimnya Penerangan Jalan . (Foto:Indra)

PALU, BULLETIN – Minimnya penerangan jalan umum (PJU) kembali menjadi perhatian utama warga dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Palu, Reinhard Vester Tamma. Kondisi ini dikeluhkan di Palu Timur dan Mantikulore, menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan kenyamanan, sehingga mendesak perbaikan pada sistem Penerangan Jalan Umum Palu.

Kegiatan penjaringan aspirasi yang berlangsung pada Caturwulan II Masa Persidangan Tahun 2026 ini berfokus di daerah pemilihan (Dapil) Palu 1, meliputi Kecamatan Palu Timur dan Mantikulore. Banyak warga menyoroti kurangnya lampu penerangan, terutama di lorong-lorong kecil, yang dinilai mengganggu aktivitas malam dan meningkatkan risiko pencurian.

Ketua RT 004/RW 004 Kecamatan Palu Timur, Ita Nurlia, menyampaikan permohonan khusus untuk pemasangan dua lampu penerangan beserta tiangnya di Lorong 4. Aspirasi serupa juga datang dari warga di sekitar Jalan Juanda, khususnya kawasan Jalan Gunung Loli, yang membutuhkan Penerangan Jalan Umum Palu yang memadai.

“Lampu dua, dua dengan tiangnya di RT/RW 004/004, Lorong 4,” kata Ita.

Bagi warga, ketersediaan Penerangan Jalan Umum Palu bukan sekadar masalah fasilitas, melainkan erat kaitannya dengan keamanan. Lorong dan ruas jalan yang gelap membuat warga merasa tidak aman saat beraktivitas pada malam hari. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu tindak kriminalitas.

Menanggapi keluhan tersebut, Reinhard Vester Tamma berjanji akan menampung seluruh aspirasi masyarakat untuk disampaikan kepada Pemerintah Kota Palu. Meskipun mengakui adanya keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi, ia menekankan bahwa kebutuhan mendasar yang berkaitan dengan kepentingan umum harus tetap menjadi prioritas pemerintah.

“Secara pribadi saya sangat ingin membantu. Cuma sekarang posisinya kita sedang efisiensi. Tetapi ada hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum, pasti Pemerintah Kota akan membantu,” kata Reinhard Vester Tamma.

Berita Pilihan :  DPRD Sulteng Soroti Nasib Petani Bawang Putih, Swasembada Pangan Terancam?

Reinhard menyebut bahwa persoalan Penerangan Jalan Umum Palu ini bukanlah hal baru. Keluhan serupa telah disampaikan warga sejak tahun sebelumnya, namun beberapa titik belum juga terealisasi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa beberapa aspirasi lain seperti bantuan pos ronda, mesin pemotong rumput, dan kursi, telah ditindaklanjuti.

Menurut Reinhard, tidak semua aspirasi dapat direalisasikan secara bersamaan. Oleh karena itu, kebutuhan masyarakat akan dipilah berdasarkan tingkat urgensi dan kewenangan pemerintah. Ia memastikan seluruh masukan akan dicatat dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Palu untuk ditindaklanjuti sesuai kemampuan anggaran dan prioritas pembangunan daerah.

“Semua aspirasi masyarakat akan kita tampung dan kita lanjutkan kepada Pemerintah Kota Palu,” ujarnya.

Reinhard menilai, kegiatan reses adalah metode efektif untuk mengetahui secara langsung persoalan di tingkat lingkungan. Aspirasi terkait Penerangan Jalan Umum Palu, keamanan, dan fasilitas umum lainnya menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan. Harapan warga Palu Timur dan Mantikulore adalah agar jalan dan lorong yang gelap segera mendapat penerangan, demi keamanan dan kenyamanan aktivitas masyarakat di malam hari. Reses kali ini turut didampingi oleh Natalia dan Hernika. (NN).

Pos terkait