Asap Karhutla Kalimantan Menyeberang ke Sarawak, 591 Sekolah Ditutup dan 197 Ribu Siswa Belajar Daring

  • Whatsapp
Asap Karhutla Kalimantan
ILUSTRASI

KALBAR,  BULLETIN – Asap Karhutla Kalimantan, khususnya dari Kalimantan Barat, kembali menimbulkan dampak lintas batas. Kabut asap bergerak ke utara, memasuki wilayah Sarawak, Malaysia, dan menyebabkan kualitas udara memburuk. Akibatnya, aktivitas pendidikan di sejumlah daerah terganggu.

Data Departemen Lingkungan Hidup Malaysia menunjukkan enam wilayah di Sarawak mencatat Indeks Pencemaran Udara (API) kategori tidak sehat hingga Kamis (20/08/2026) pukul 13.00 waktu setempat. Serian menjadi wilayah dengan angka tertinggi mencapai 193, disusul Kuching 190, Sri Aman 178, Samarahan 173, Sarikei 153, dan Sibu 108. Kondisi ini membuktikan persoalan Asap Karhutla Kalimantan memiliki dampak lintas negara.

Memburuknya kualitas udara memaksa Pemerintah Sarawak mengambil tindakan tegas. Sebanyak 591 sekolah di bawah 10 kantor pendidikan daerah diperintahkan untuk ditutup pada 20-21 Agustus 2026, memengaruhi 107.590 siswa sekolah dasar dan 89.733 siswa sekolah menengah. Wilayah yang terdampak penutupan ini meliputi Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong.

Penutupan sekolah ini tidak menghentikan kegiatan belajar mengajar. Pemerintah Sarawak menerapkan Pengajaran dan Pembelajaran di Rumah (PdPR) untuk memastikan siswa tetap mendapatkan pendidikan tanpa terpapar udara yang tercemar. Langkah ini merupakan tindakan pencegahan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik dari Asap Karhutla Kalimantan.

Indikasi sumber Asap Karhutla Kalimantan bukan sekadar dugaan. Lembaga Sumber Asli dan Lingkungan Sarawak (NREB) melaporkan adanya asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga pekat dari Kalimantan Barat yang bergerak ke utara. Pemantauan ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) periode 1-19 Agustus mencatat 7.286 titik panas di Kalimantan, sementara Sarawak hanya 148 titik panas. NREB memperingatkan kabut asap berpotensi memburuk jika aktivitas pembakaran biomassa meningkat di wilayah kering.

Laporan pemerintah Malaysia sebelumnya juga menyebut peningkatan titik panas di Kalimantan Barat sejak 10 Agustus, diikuti pergerakan kepulan asap ke wilayah barat Sarawak. Dengan pola angin barat daya yang masih berlangsung, asap dari kawasan yang terbakar di Kalimantan sangat berpotensi kembali bergerak menuju Sarawak. Dampak Asap Karhutla Kalimantan ini sangat mengkhawatirkan.

Berita Pilihan :  Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026: BKN Buka Jadwal Seleksi Agustus

Kategori API di Malaysia menempatkan angka 101-200 sebagai tidak sehat, 201-300 sebagai sangat tidak sehat, dan lebih dari 300 sebagai berbahaya. Angka 193 di Serian dan 190 di Kuching pada Kamis (20/08) siang sudah berada di ambang kategori sangat tidak sehat. Situasi bahkan berkembang lebih buruk pada Jumat (21/08), dengan API Serian mencapai 241 pada pukul 08.30 waktu setempat, masuk kategori sangat tidak sehat. Asap Karhutla Kalimantan ini menimbulkan risiko serius.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit jantung. Dampak Asap Karhutla Kalimantan melampaui batas geografis dan memengaruhi kesehatan masyarakat secara luas.

Rangkaian kejadian ini kembali memperlihatkan bahwa Asap Karhutla Kalimantan memiliki dampak yang jauh melampaui lokasi kebakaran. Asap tidak mengenal batas administratif; ketika angin membawa partikel hasil pembakaran, masyarakat yang berada ratusan kilometer dari titik kebakaran pun merasakan dampaknya. Bagi Sarawak, konsekuensinya kini telah menyentuh sektor pendidikan, dengan ratusan sekolah ditutup dan hampir 197 ribu siswa dialihkan ke pembelajaran dari rumah.

Sementara itu, di Indonesia, pemerintah masih menghadapi tantangan pengendalian titik panas dan kebakaran di berbagai wilayah Kalimantan. Data BNPB pada Kamis (20/08) menunjukkan terdapat 1.487 hotspot di wilayah Kalimantan berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20. Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi. Situasi ini menunjukkan urgensi penanganan komprehensif terhadap Asap Karhutla Kalimantan.

Penanganan karhutla tidak hanya persoalan pemadaman api, melainkan juga pencegahan pembakaran, pengawasan kawasan rawan, penanganan lahan gambut, serta pemantauan arah pergerakan asap. Langkah-langkah ini penting untuk mencegah dampak kesehatan dan sosial yang lebih luas. Ketika 591 sekolah di Sarawak harus ditutup akibat Asap Karhutla Kalimantan, persoalan karhutla kembali menunjukkan wajah sebenarnya: dampaknya bukan hanya hutan yang terbakar, tetapi juga aktivitas pendidikan, kesehatan anak, dan kehidupan masyarakat lintas negara.

Pos terkait