Maba UIN Datokarama dari Benua Asia Hingga Afrika Ikuti  PBAK

  • Whatsapp
Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama dari Benua Asia hingga Afrika mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung mulai tanggal 22 - 24 Agustus 2026 di perguruan tinggi negeri tersebut. (Foto:Ist).

PALU,BULLETIN.ID  Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama dari Benua Asia hingga Afrika mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung mulai tanggal 22 – 24 Agustus 2026 di perguruan tinggi negeri tersebut.

Terdapat 13 orang mahasiswa baru dari Asia hingga Afrika yang hadir mengikuti PBAK di antaranya Asaree Tatoleh dari Thailand, Aseem Basheer Raghad dari Yaman, Henezzy dari Filipina, Mohammed Musaed Ahmed  asal Negara Yaman, Sanogo Oumar dari Pantai Gading, , Muaz Bello Babajo dari Nigeria, Abdallah Osman Abubakar dari Somalia, Walid Ibrahim Mohammedseid asal Negara Ethiopia.

Para mahasiswa internasional tersebut masing – masing memperkenalkan diri di dalam PBAK yang diikuti 1.675 mahasiswa baru.

Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman Thahir mengemukakan, kehadiran mahasiswa dari berbagai mancanegara membuat PBAK tahun akademik 2026/2027 memiliki warna yang berbeda dari tahun – tahun sebelumnya.

“Para mahasiswa mancanegara ini datang dengan beragam latar belakang budaya dan bahasa, namun disatukan oleh tekad yang sama untuk menuntut ilmu di Kota Palu,” kata Profesor Lukman saat menyampaikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Pembukaan PBAK Tahun Akademik 2026/2027, di Kota Palu, Sabtu (22/8).

Selain delapan orang mahasiswa mancanegara tersebut, kata Profesor Lukman, terdapat lima orang mahasiswa baru UIN Datokarama asal Palestina, yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju Kota Palu.

“Berdasarkan koordinasi dan komunikasi terakhir, lima orang mahasiswa baru UIN Datokarama asal Palestina, saat ini telah berada di Turki dan siap menuju Indonesia,” ungkapnya.

Kehadiran mahasiswa dari Thailand, Yaman, Filipina, Pantai Gading, Nigeria, Somalia, Ethiopia, hingga Palestina menjadi tonggak nyata dalam memperkuat reputasi UIN Datokarama di kancah global.

Berita Pilihan :  ABPEDNAS Gorontalo Dikukuhkan, Prof Reda Soroti Kawal Dana Desa dan Program Nasional

Ia mengemukakan bahwa, PBAK yang dilaksanakan mengedepankan konsep edukasi dan menggembirakan.

“Oleh karena itu, tidak boleh ada kekerasan baik dalam bentuk verbal maupun, dalam bentuk fisik,” ungkap Profesor Lukman.

Profesor Lukman menekankan bahwa lingkungan kampus UIN Datokarama harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan inklusif bagi siapa saja. Seluruh civitas akademika diminta untuk menyambut dan merangkul para mahasiswa baru, termasuk maba internasional, agar mereka dapat beradaptasi dengan cepat tanpa rasa cemas.

Melalui keberagaman ini, UIN Datokarama tidak hanya berkomitmen melahirkan lulusan yang unggul secara akademis, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang berwawasan luas dan berjiwa kemanusiaan. Pengenalan kampus yang menyenangkan ini diharapkan menjadi awal perjalanan yang berkesan bagi 1.675 mahasiswa baru dalam menempuh pendidikan.***

Pos terkait