COMO, BULLETIN – Klub Italia Como 1907 dikabarkan akan mempertahankan penjaga gawang asal Indonesia, Emil Audero, untuk musim 2026/2027. Keputusan Como untuk tidak menjual Emil Audero ini didasari oleh statusnya sebagai pemain homegrown yang sangat vital untuk pendaftaran skuad di Liga Champions dan Serie A.
Jurnalis transfer Italia, Nicolò Schira, melaporkan bahwa Como tidak berencana melepas Emil Audero. Sang kiper dianggap memiliki peran penting dalam komposisi skuad untuk menghadapi kompetisi Liga Champions dan Serie A 2026/2027. Schira menegaskan bahwa Emil Audero adalah Association-Trained Player (ATP), yang membuatnya menjadi aset berharga bagi klub.
Dalam regulasi UEFA, setiap klub yang berlaga di kompetisi Eropa diwajibkan memiliki jumlah pemain yang memenuhi kategori homegrown atau association-trained. Emil Audero memenuhi kriteria ini karena telah menjalani pembinaan di Italia sejak usia muda.
Status homegrown Emil Audero bukan hanya penting secara administratif, melainkan juga strategis. Melepasnya berarti Como harus mencari pemain lain dengan kualifikasi serupa, yang mungkin sulit didapatkan di bursa transfer. Hal ini menguatkan posisi Emil Audero di klub.
Sebelumnya, Juventus sempat dikaitkan erat dengan Emil Audero. Klub asal Turin itu memang tengah mencari penjaga gawang tambahan dan nama Audero muncul sebagai salah satu opsi. Beberapa laporan bahkan menyebut bahwa Emil Audero telah mencapai kesepakatan personal dengan Juventus. Namun, negosiasi antara Juventus dan Como tidak mencapai titik temu, dan kini Como menunjukkan keengganan untuk melepasnya.
“Como tidak ingin menjual Emil Audero. Sang penjaga gawang saat ini memiliki peran krusial untuk daftar Serie A dan Liga Champions karena dia adalah ATP,” kata Schira.
Selain Juventus, klub lain yang juga sempat meminati Emil Audero adalah Monza. Namun, dengan situasi terbaru ini, pintu keluar dari Como tampaknya tertutup rapat bagi kiper berusia 29 tahun tersebut. Keputusan Como mempertahankan Emil Audero menjadi sinyal kuat bahwa klub serius dalam menghadapi tantangan di kompetisi Eropa.
Di sisi lain, posisi Emil Audero secara teknis juga menghadapi persaingan internal di Como. Ia harus bersaing dengan kiper lain seperti Jean Butez dan Noel Tornqvist untuk memperebutkan tempat utama di bawah mistar gawang. Musim lalu, saat dipinjamkan ke Cremonese, Emil Audero tampil impresif dengan mencatatkan 11 clean sheet dari 35 pertandingan.
Dilema muncul bagi Emil Audero. Bertahan di Como memberinya kesempatan bermain di Liga Champions, namun dengan potensi persaingan ketat untuk menit bermain reguler. Sebaliknya, mencari klub lain mungkin menjamin waktu bermain lebih banyak, tetapi belum tentu di level kompetisi tertinggi seperti Liga Champions. Keputusan klub Como 1907 ini akan sangat menentukan langkah karier Emil Audero ke depan.






