Kanwil Ditjenpas dan Ditjen Imigrasi Sulteng Perkuat Manajemen Talenta dan Pengembangan Karier Lewat ProASN

  • Whatsapp
Manajemen Talenta ASN
Kanwil Ditjenpas dan Ditjen Imigrasi Sulteng Perkuat Manajemen Talenta dan Pengembangan Karier Lewat ProASN. (Foto:Ist)

PALU, BULLETIN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah bersama Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah memperkuat Manajemen Talenta ASN melalui program Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN).

Kegiatan ini melibatkan 23 ASN dari jajaran Pemasyarakatan dan sembilan ASN dari jajaran Imigrasi, bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palu pada Rabu, 26 Mei 2026.

Pelaksanaan ProASN merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kepala BKN Nomor 6 Tahun 2026, yang berfokus pada Profiling Aparatur Sipil Negara dalam percepatan penerapan Manajemen Talenta ASN di instansi pemerintah.

Program ini bertujuan mewujudkan Asta Cita dan visi kepala daerah, serta turut dihadiri oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Herman Mulawarman, dan Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sulteng, Arief Hazairin Satoto.

Bagi Herman Mulawarman, ProASN menjadi bagian esensial dari upaya membangun tata kelola sumber daya manusia (SDM) yang lebih terukur.

Pemetaan ini tidak hanya menghasilkan data mengenai kemampuan pegawai, tetapi juga menjadi dasar untuk menentukan arah pengembangan kompetensi, perencanaan karier, dan pengelolaan talenta ASN sesuai kebutuhan organisasi.

“ProASN ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mempercepat penerapan Manajemen Talenta ASN. Melalui profiling ini, kita ingin mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kompetensi, potensi, dan kekuatan setiap pegawai sehingga pengembangan SDM dapat dilakukan secara lebih tepat,” kata Herman Mulawarman.

Herman menegaskan, hasil profiling tersebut harus ditindaklanjuti secara konkret. Data yang diperoleh harus menjadi instrumen bagi organisasi dalam menempatkan pegawai sesuai kompetensi dan potensinya, sekaligus membuka ruang pengembangan karier yang lebih terarah, yang merupakan inti dari Manajemen Talenta ASN.

“Harapan kami, hasil profiling ini dapat menjadi bahan dalam menyusun strategi pengembangan kompetensi, perencanaan karier, dan pengelolaan talenta ASN. Pada akhirnya, kita ingin membangun organisasi yang semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan Pemasyarakatan yang berkualitas kepada masyarakat,” tegas Herman.

Senada dengan Herman, Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sulteng, Arief Hazairin Satoto, juga mendukung penuh pelaksanaan ProASN sebagai bagian dari penguatan kualitas ASN di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

Berita Pilihan :  Lahan Kosong Seluas Dua Hektare Terbakar di Tallasa City Makassar

Menurutnya, kolaborasi antarsatuan kerja dalam pelaksanaan program ini sangat penting untuk memastikan pengembangan SDM berjalan secara terarah dan berkelanjutan, selaras dengan tujuan Manajemen Talenta ASN.

“ProASN menjadi bagian penting dalam melihat potensi dan kompetensi ASN. Dengan adanya pemetaan yang baik, kita dapat mengetahui bagaimana pegawai dikembangkan dan diarahkan sesuai kebutuhan organisasi. Ini tentu menjadi bagian dari upaya kita bersama membangun ASN yang semakin profesional,” kata Arief Hazairin Satoto.

Sementara itu, Kepala UPT BKN Palu, Assakhiyyu Rahman, menjelaskan bahwa ProASN menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN untuk mengukur berbagai aspek.

Pengukuran tersebut meliputi kompetensi ASN, potensi, literasi digital, hingga Tripatha Karir yang di dalamnya mencakup Talent DNA. Ini semua merupakan elemen penting dalam Manajemen Talenta ASN.

“ProASN ini merupakan pengukuran menggunakan sistem CAT BKN. Yang diukur adalah kompetensi ASN, potensi, literasi digital, dan Tripatha Karir yang di dalamnya terdapat Talent DNA. Hasilnya digunakan untuk mendukung manajemen talenta secara nasional,” jelas Assakhiyyu Rahman.

Assakhiyyu menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan jajaran Kemenimipas dalam pelaksanaan program ini. Sinergi antara BKN dan Kemenimipas diharapkan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan profiling, tetapi dapat terus berlanjut dalam mendukung pengembangan karier ASN, sebagai bagian dari Manajemen Talenta ASN yang berkelanjutan.

“Kami sedang memfasilitasi kegiatan ProASN pada jajaran Kemenimipas khususnya pada wilayah Sulawesi Tengah. Kami sebagai perpanjangan tangan dari BKN pusat sangat berterima kasih karena dapat berkolaborasi dengan Kemenimipas. Kami berharap kerja sama ini tetap terjalin, khususnya dalam peningkatan dan pengembangan karier ASN,” ungkap Assakhiyyu Rahman.

Pelaksanaan ProASN menandai langkah awal bagi Kanwil Ditjenpas Sulteng dalam memastikan pengelolaan kebijakan SDM yang lebih objektif. Ke depan, hasil pemetaan ini diharapkan mendukung pengembangan kompetensi dan karier secara berkelanjutan, serta memastikan potensi ASN ditempatkan dan dikembangkan untuk memperkuat kinerja organisasi serta kualitas pelayanan Pemasyarakatan kepada masyarakat melalui Manajemen Talenta ASN yang efektif.

Pos terkait