SIGI, BULLETIN – Kantor UPTD Loka Latihan Kerja (LLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sigi dibobol pada Rabu dini hari, 26 Agustus 2026. Peristiwa Pembobolan Kantor LLK Sigi ini mengakibatkan sejumlah peralatan perbengkelan raib dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp16,42 juta.
Kejadian Pembobolan Kantor LLK Sigi ini terungkap sekitar pukul 01.00 Wita. Menurut laporan yang diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sigi, penjaga kantor sempat menghubungi pihak LLK. Namun, laporan awal tersebut tidak langsung terangkat.
Informasi mengenai Pembobolan Kantor LLK Sigi kemudian menyebar melalui grup WhatsApp. Diketahui bahwa kantor UPTD LLK telah dimasuki oleh orang tak dikenal. Pihak kepolisian segera melakukan olah TKP setelah menerima laporan.
Dari hasil pemeriksaan awal, sejumlah peralatan pelatihan perbengkelan dilaporkan hilang. Barang-barang yang raib antara lain satu mesin bubut senilai Rp500 ribu, dua mesin kompresor Shark Rp8 juta, satu alat impact Rp500 ribu, empat set kunci merek Tekiro Rp4 juta, empat aki motor Rp1,2 juta, satu starting mesin motor Rp220 ribu, satu bor listrik Rp1 juta, serta satu mesin gerinda Rp1 juta. Total kerugian Pembobolan Kantor LLK Sigi mencapai Rp16.420.000.
Boby K. Borman, Kepala UPTD Loka Latihan Kerja Disnakertrans Kabupaten Sigi, menjelaskan bahwa pelaku diduga masuk melalui jendela. “Masuk lewat jendela,” kata Boby. Jendela tersebut dibongkar untuk menjadi akses masuk, dan pintu kantor juga ditemukan dalam kondisi telah dibuka setelah Pembobolan Kantor LLK Sigi.
Kasus Pembobolan Kantor LLK Sigi ini telah dilaporkan kepada Polres Sigi dengan Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan nomor STTLP/228/VIII/2026/SPKT-III/Polres Sigi tertanggal 26 Agustus 2026. Pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan dan melakukan pemeriksaan di lokasi. Saat ini, pihak LLK menunggu perkembangan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan modus operandi pencurian ini.
Menurut Boby, pencurian di LLK bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kehilangan barang-barang kecil juga pernah dialami. Bahkan, di lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sigi, kejadian serupa disebut telah berlangsung lebih dari dua kali. “Kalau di dinas, kejadian kehilangan itu sudah sering, mungkin lebih dari dua kali,” ujar Boby.
Boby menambahkan bahwa LLK bukan satu-satunya fasilitas pemerintah yang menjadi sasaran. Kantor dinas dan kantor kecamatan juga pernah mengalami pembobolan. Oleh karena itu, ia berharap peristiwa Pembobolan Kantor LLK Sigi ini tidak hanya menjadi persoalan antara korban dan pelaku.
Ia mendorong pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat untuk memperkuat pengamanan lingkungan. Keamanan fasilitas pemerintah merupakan tanggung jawab bersama, sehingga pengawasan yang lebih baik diperlukan agar kantor-kantor pelayanan publik tidak kembali menjadi sasaran pencurian.
p>Kini, peralatan yang seharusnya digunakan untuk menunjang pelatihan keterampilan kerja justru menjadi bagian dari daftar barang hilang akibat Pembobolan Kantor LLK Sigi. Sementara proses hukum atas kasus ini menunggu hasil penyelidikan kepolisian.






