Vietnam di Ambang Sejarah, Selangkah Lagi Samai Rekor Thailand dan Singapura

  • Whatsapp
Juara Piala AFF
Vietnam di Ambang Sejarah, Selangkah Lagi Samai Rekor Thailand dan Singapura. (Foto:AI)

JAKARTA, BULLETIN – Timnas Vietnam berpeluang besar mencetak sejarah baru dengan menjadi Juara Piala AFF dua kali beruntun. Jika berhasil, pencapaian ini akan menempatkan mereka sejajar dengan Thailand dan Singapura sebagai negara yang pernah meraih gelar secara back-to-back dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara ini. Peluang tersebut terbuka lebar setelah Vietnam unggul 2-0 atas Thailand di leg pertama Final Piala AFF 2026.

Kemenangan 2-0 di leg pertama Final Piala AFF 2026, berkat gol dari Nguyen Hai Long dan Nguyen Quang Hai, memberikan modal berharga bagi Vietnam. Pasukan Kim Sang-sik hanya membutuhkan hasil imbang atau tidak kalah lebih dari satu gol untuk mempertahankan keunggulan agregat mereka. Pertandingan penentuan ini akan berlangsung di Stadion My Dinh, Hanoi, pada Rabu, 26 Agustus 2026, di hadapan para pendukung Golden Star Warriors.

Tekanan kini berada di kubu Thailand, yang berjuluk Gajah Perang. Mereka wajib mengejar defisit dua gol untuk membalikkan keadaan dan mempertahankan dominasinya di Piala AFF. Meskipun demikian, bagi Vietnam, laga ini bukan hanya tentang mempertahankan keunggulan, melainkan juga tentang menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Asia Tenggara.

Jika Vietnam berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir, mereka akan mencatatkan gelar keduanya secara beruntun. Pencapaian ini akan mengantarkan mereka masuk ke dalam daftar eksklusif negara yang mampu menjadi Juara Piala AFF secara berturut-turut. Sejarah mencatat, hanya Thailand dan Singapura yang pernah merasakan manisnya juara dua edisi berturut-turut.

Thailand, sebagai penguasa turnamen, telah meraih tujuh gelar Piala AFF dan tiga kali menjadi juara dua edisi berturut-turut. Singapura mengoleksi empat trofi dan pernah melakukannya pada edisi 2004 serta 2007. Sementara Vietnam telah mengantongi tiga gelar Piala AFF. Dengan demikian, peluang menjadi Juara Piala AFF secara back-to-back akan menjadi bukti konsistensi dan dominasi Vietnam.

Berita Pilihan :  Hossam Hassan Dikabarkan Pingsan Usai Kedua Istrinya Bertengkar

Keunggulan dua gol di leg pertama memang menjadi modal besar, tetapi bukan jaminan mutlak. Thailand memiliki sejarah panjang sebagai tim yang mampu bangkit di pertandingan krusial. Oleh karena itu, leg kedua akan menjadi ujian berat bagi kedewasaan dan mentalitas tim Vietnam. Mereka dituntut tidak hanya menyerang untuk mencari gol tambahan, tetapi juga harus mampu mengelola tekanan dan menjaga konsentrasi tinggi.

Bagi pelatih Kim Sang-sik, pertandingan ini akan menjadi pembuktian bahwa Vietnam bukan sekadar tim yang mampu memenangkan satu pertandingan final, melainkan tim yang memiliki kapabilitas untuk mempertahankan dominasi. Jika berhasil, Vietnam tidak hanya menambah koleksi trofi mereka menjadi empat, tetapi juga akan menyamai Thailand dan Singapura sebagai tim yang pernah menjadi Juara Piala AFF secara back-to-back. Laga di My Dinh ini akan menjadi pertarungan untuk menentukan apakah Vietnam mampu mengubah dominasi satu edisi menjadi sebuah era baru dalam sejarah sepak bola Asia Tenggara. Informasi lebih lanjut mengenai turnamen dapat dilihat di situs resmi ASEAN Football Federation.

Pos terkait