Vilmei Jalani Pemeriksaan Kasus Dugaan Penggelapan Rp1,28 Miliar, Uang Ngonten 7 Tahun Raib

  • Whatsapp
Vilmei Laporkan Karyawan
Vilmei Jalani Pemeriksaan Kasus Dugaan Penggelapan Rp1,28 Miliar, Uang Ngonten 7 Tahun Raib. (Foto:Captured ig @vilmei)

BEKASI, BULLETIN – Kreator konten Meicy Villia Kalang atau Vilmei melaporkan karyawannya, Z, ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan penggelapan dana senilai Rp1,28 miliar. Laporan ini bermula dari hilangnya uang hasil konten yang telah terkumpul selama tujuh tahun.

Vilmei tiba di Polres Metro Bekasi Kota pada Rabu (26/8/2026) malam, ditemani A, pacar dari karyawan yang dilaporkan, Z. Kedatangan ini merupakan tindak lanjut dari laporan Vilmei mengenai dugaan penggelapan dana yang bersumber dari pendapatan akun TikTok miliknya.

Kasus ini terungkap ketika Vilmei hendak menggunakan uangnya dan terkejut mendapati saldo yang tersisa hanya sekitar Rp1 juta. Dana tersebut diduga telah ditarik secara bertahap selama kurang lebih satu tahun.

“Saat aku mau bayar makan, aku cek saldo di ATM aku. Aku syok, karena uangnya tinggal tersisa Rp1 juta,” kata Vilmei.

Nilai kerugian yang dilaporkan mencapai Rp1.282.915.000. Dana tersebut merupakan akumulasi penghasilan dari akun TikTok Vilmei yang selama sekitar tujuh tahun tidak pernah ditarik.

Dugaan penggelapan dana ini mengarah kepada karyawan Vilmei berinisial Z. Polres Metro Bekasi Kota telah mengamankan Z untuk menjalani pemeriksaan terkait laporan Vilmei laporkan karyawan ini.

Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, membenarkan bahwa perkara Vilmei laporkan karyawan masih dalam proses pemeriksaan mendalam.

“Masih dalam proses,” ujar Suparyono.

Dalam pemeriksaan awal, Z mengaku telah mengalirkan uang tersebut ke sekitar 12 akun TikTok milik orang lain, termasuk akun yang berkaitan dengan pacarnya. Keterangan ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan kasus Vilmei laporkan karyawan.

“Uang tersebut aku kirim ke sejumlah akun TikTok punya teman-teman saya, termasuk pacar saya. Jumlahnya itu hampir 12 akun,” ujar Z dalam keterangannya.

Berita Pilihan :  Ramalan Shio 25 Agustus 2026: Kuda, Kelinci, Babi Berhoki, Kerbau Waspada

Pihak kepolisian masih harus memastikan mekanisme pengambilan uang, siapa saja penerima aliran dana, serta sejauh mana keterlibatan pihak lain dalam dugaan penggelapan ini. Penyelidikan terus berjalan setelah Vilmei laporkan karyawan.

Bagi Vilmei, keputusan untuk membawa masalah ini ke jalur hukum merupakan hal yang berat. Ia bahkan mengungkapkan perasaannya melalui media sosial setelah proses hukum dimulai.

“Romeo & Juliet in crime 🙂 salah satu keputusan yang aku pikir TIDAK akan pernah aku ambil di hidup aku.. harus masukin orang ke penjara 🥀,” tulis Vilmei dalam unggahannya. Ia juga menambahkan, “bye Zahra Arka.. cape urus kalian 4 hari ini.”

Unggahan tersebut menggambarkan perubahan drastis dalam hubungan yang sebelumnya dilandasi kepercayaan. Vilmei mengaku sedih dan pusing setelah mengetahui uang hasil jerih payahnya diduga diambil secara bertahap. 

Polisi kini bertugas mengurai aliran dana secara menyeluruh, termasuk waktu transaksi, rekening atau akun penerima, serta peran setiap pihak yang disebut dalam perkara. Kasus Vilmei laporkan karyawan ini juga menyoroti risiko pengelolaan pendapatan digital dalam jumlah besar ketika akses keuangan diberikan kepada pihak lain.

Hingga proses penyidikan memberikan kepastian hukum, semua pihak yang disebut dalam perkara tetap memiliki hak untuk diperlakukan sesuai asas praduga tak bersalah. Polisi terus mendalami perkara untuk menentukan konstruksi hukum dan pertanggungjawaban masing-masing pihak setelah Vilmei laporkan karyawan.

Pos terkait