LILLE, BULLETIN – Kemenangan Lille yang sudah berada di depan mata buyar pada detik-detik terakhir pertandingan melawan PSG. Gol Marquinhos di penghujung laga membuat tim yang diperkuat bek Timnas Indonesia Calvin Verdonk harus menerima hasil imbang yang mengecewakan, sekaligus membuat Lille kehilangan kemenangan.
Kontroversi kemudian muncul bukan hanya karena gol tersebut, tetapi juga keputusan wasit terkait waktu tambahan yang memicu protes dari kubu Lille.
Kapten Lille, Benjamin Andre, secara terbuka mempertanyakan keputusan wasit yang memberikan tambahan waktu lebih panjang dari yang semula diumumkan. Pertandingan awalnya mendapatkan tambahan waktu tiga menit, tetapi laga terus berjalan hingga memasuki menit tambahan kelima, di mana Lille kehilangan kemenangan mereka.
Pada fase inilah PSG mendapatkan sepak pojok yang kemudian berujung pada gol Marquinhos. Gol tersebut tercipta ketika waktu pertandingan praktis sudah berada di penghujung masa tambahan, menyebabkan Lille kehilangan kemenangan yang sudah diperjuangkan.
Andre menilai tambahan waktu yang dimainkan hingga menit kelima menjadi faktor penting dalam perubahan hasil pertandingan. Menurutnya, momen paling krusial terjadi ketika pertandingan memasuki sekitar 15 detik terakhir, di mana timnya harus merelakan Lille kehilangan kemenangan.
Bagi sang kapten, keputusan memberikan sepak pojok terakhir menjadi titik yang patut dipertanyakan. Jika tendangan penjuru tersebut tidak diberikan, Andre menilai Lille memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan hasil pertandingan dan tidak terjadi Lille kehilangan kemenangan.
Kritik tersebut menunjukkan kekecewaan Lille bukan semata-mata karena gagal mempertahankan keunggulan, tetapi karena mereka merasa pertandingan berlangsung melewati batas waktu tambahan yang sebelumnya diumumkan. Bagi Calvin Verdonk dan rekan-rekannya, gol Marquinhos menjadi pukulan telak yang menyebabkan Lille kehilangan kemenangan.
Sementara itu, perdebatan mengenai injury time kembali memperlihatkan betapa krusialnya setiap detik dalam pertandingan level tinggi. Keputusan wasit pada fase akhir laga dapat menentukan apakah sebuah tim pulang membawa kemenangan, hasil imbang, atau justru kekalahan.
“Awalnya mereka memberikan tiga menit tambahan waktu, tetapi pertandingan berlanjut hingga lima menit. Dalam 15 detik terakhir, mereka memberikan sepak pojok. Kalau sepak pojok itu tidak diberikan, mungkin hasilnya akan berbeda,” kata Benjamin Andre, Kapten Lille, seperti dikutip dari situs resmi Ligue 1.
Bagi Lille, persoalannya kini bukan hanya kehilangan poin. Mereka juga harus mengevaluasi bagaimana pertandingan yang hampir mereka menangkan bisa berubah hanya dalam satu rangkaian serangan terakhir.
Dan bagi Verdonk dkk., gol di detik-detik akhir itu menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, pertandingan belum benar-benar selesai sebelum peluit panjang berbunyi, dan setiap detik bisa berarti Lille kehilangan kemenangan.






