MELBOURNE, BULLETIN – Legenda AFL, Scott Pendlebury, akhirnya mengakhiri lebih dari dua dekade pengabdiannya bersama Collingwood, namun ia tidak meninggalkan lapangan. Di usianya yang ke-38 tahun, Scott Pendlebury memutuskan memperpanjang kariernya dengan bergabung bersama Gold Coast Suns untuk musim 2027, menandai berakhirnya sebuah era ikonik di Collingwood dan dimulainya babak baru sebagai mentor bagi tim muda Suns.
Keputusan Scott Pendlebury diumumkan setelah Collingwood tersingkir dari babak wildcard, mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depannya. Pemain veteran ini sengaja menunggu hingga musim The Magpies benar-benar berakhir sebelum menentukan langkah selanjutnya, dan akhirnya memilih tantangan baru.
Bagi Gold Coast Suns, kedatangan Scott Pendlebury bukan hanya soal menambah pemain berpengalaman, tetapi juga mendatangkan seorang pemimpin. Suns melihat Scott Pendlebury sebagai figur yang dapat memberikan kepemimpinan, ketenangan, serta pengalaman berharga kepada skuad mereka yang relatif muda.
Scott Pendlebury membawa rekor fantastis dengan 442 pertandingan, jumlah terbanyak dalam sejarah VFL-AFL. Selama membela Collingwood, ia bukan hanya pemain konsisten, tetapi juga figur sentral di ruang ganti dan pernah menjabat sebagai kapten klub. Perpindahan ke Gold Coast ini memiliki makna lebih besar daripada sekadar transfer pemain veteran.
“Keputusan ini tidak diambil dengan mudah, tetapi saya tahu ini yang terbaik untuk saya dan keluarga saya saat saya memasuki fase berikutnya dalam perjalanan sepak bola saya,” kata Scott Pendlebury, mengungkapkan perasaannya. Ia juga menyadari bahwa langkah tersebut berarti dirinya akan mengenakan seragam klub lain setelah sebagian besar hidup profesionalnya identik dengan warna hitam dan putih.
“Meskipun babak baru saya tidak akan lagi dengan warna hitam dan putih, sulit untuk mengungkapkan betapa besarnya arti Collingwood Football Club bagi saya,” ujarnya. Pernyataan Scott Pendlebury ini menggambarkan bahwa perpisahan ini bukan hanya tentang pergantian klub, melainkan ia meninggalkan lingkungan yang telah menjadi bagian terbesar dari perjalanan profesionalnya.
Pelatih Collingwood, Craig McRae, memberikan penghormatan terhadap sang legenda. “Scott telah memberikan begitu banyak untuk klub ini selama waktu yang sangat lama dan kami semua sangat berterima kasih atas dampak yang dia berikan,” kata McRae. Menurut McRae, ukuran warisan Scott Pendlebury tidak berhenti pada statistik.
“Warisan Scott bukan hanya dari jumlah pertandingan atau rekor yang dia pegang, tetapi juga dari pengaruhnya terhadap orang-orang di sekitarnya,” tambah McRae.
Pilihan Gold Coast menunjukkan bahwa Scott Pendlebury masih melihat dirinya mampu memberikan kontribusi di level tertinggi. Manajernya, Anthony Panozzo, bahkan menegaskan bahwa kondisi fisik sang pemain masih memungkinkan untuk melanjutkan karier. “Dia masih memiliki banyak pertandingan untuk dimainkan, dan tubuhnya memberi sinyal bahwa dia masih mampu,” ujar Panozzo kepada 3AW Football pada 03 September.
Pernyataan tersebut memperkuat indikasi bahwa keputusan Scott Pendlebury bukan semata-mata didorong oleh keengganan untuk pensiun, melainkan ia merasa masih memiliki kapasitas untuk bermain dan berkontribusi. Gold Coast menjadi tujuan yang masuk akal karena kebutuhan Suns bukan hanya menambah kualitas di lapangan, tetapi juga memperkuat kepemimpinan di dalam skuad mereka. Pengalaman Scott Pendlebury dari ratusan pertandingan AFL, pengalaman memimpin ruang ganti, serta pemahaman tentang tekanan kompetisi tingkat tinggi akan sangat berharga bagi Suns.
Dengan demikian, nilai Scott Pendlebury di Gold Coast kemungkinan tidak hanya diukur dari jumlah pertandingan atau statistik individu. Ia juga akan berperan sebagai jembatan antara pemain muda dan tuntutan kompetisi elite. Kepergian Scott Pendlebury juga datang pada periode perubahan besar di Collingwood, dengan Steele Sidebottom lebih dahulu pensiun dan Jeremy Howe memperpanjang komitmennya. Situasi ini membuat perubahan generasi di Collingwood semakin terasa, di mana salah satu generasi paling berpengalaman mulai meninggalkan klub.
Namun, bagi Scott Pendlebury, akhir perjalanan di Collingwood bukan berarti akhir cerita. Musim 2027 akan menjadi ujian baru: apakah seorang legenda berusia 38 tahun masih mampu memberikan pengaruh di lapangan sekaligus membantu membentuk generasi berikutnya? Gold Coast kini mendapatkan kesempatan untuk menjawab pertanyaan tersebut, sementara Collingwood harus belajar melanjutkan perjalanan tanpa pemain yang selama lebih dari dua dekade menjadi salah satu wajah paling konsisten klub. Scott Pendlebury pergi bukan karena kehabisan cerita, ia pergi karena merasa masih memiliki satu babak lagi untuk ditulis.






