Kanwil Ditjenpas Sulteng Perketat Integritas Seleksi Poltek Imipas 2026

  • Whatsapp
Seleksi Poltek Imipas 2026
Kanwil Ditjenpas Sulteng Perketat Integritas Seleksi Poltek Imipas 2026. (Foto:Ist)

PALU, BULLETIN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk memastikan integritas dalam proses rekrutmen. Komitmen ini ditunjukkan melalui Penandatanganan Pakta Integritas Panitia Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas) Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa (1/9/2026). Langkah ini menjadi fondasi penting untuk mendapatkan calon aparatur yang memiliki kompetensi dan karakter kuat, sejalan dengan upaya membangun SDM Pemasyarakatan yang profesional.

Maulana Lutfiyanto, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, mewakili Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Herman Mulawarman, mengikuti kegiatan tersebut bersama panitia seleksi daerah dari Aula Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah. Penandatanganan pakta integritas ini bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan tanggung jawab panitia dalam menjaga proses Seleksi Poltek Imipas 2026 dari praktik yang dapat merusak kepercayaan publik, seperti intervensi atau perlakuan tidak adil.

“Bagi kami, proses rekrutmen adalah pintu pertama untuk membangun SDM Pemasyarakatan yang berkualitas. Karena itu, sejak awal prosesnya harus dijaga agar berjalan transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Maulana Lutfiyanto.

Ia menambahkan bahwa kualitas aparatur Pemasyarakatan di masa depan ditentukan tidak hanya oleh kemampuan akademik atau fisik, tetapi juga karakter, integritas, dan profesionalisme. Aspek-aspek ini penting karena lulusan Poltek Imipas nantinya akan menjalankan tugas negara serta berinteraksi langsung dengan masyarakat dan warga binaan. Oleh karena itu, integritas dalam setiap tahapan Seleksi Poltek Imipas 2026 menjadi krusial.

Plt. Kepala BPSDM Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Tito Andrianto, yang memimpin kegiatan tersebut, kembali menekankan pentingnya objektivitas di seluruh tahapan Seleksi Poltek Imipas 2026. Prinsip ini sangat penting karena proses penerimaan calon taruna/taruni merupakan tahapan awal untuk menentukan kualitas SDM yang akan mengisi institusi Pemasyarakatan dan Imigrasi di masa mendatang.

“Pakta Integritas bukan hanya formalitas. Ini menjadi tanggung jawab moral bagi seluruh panitia untuk menjaga proses seleksi tetap bersih, memberikan pelayanan yang sama kepada peserta, dan menjalankan tugas sesuai aturan,” ujar Maulana.

Dengan prinsip ini, setiap peserta diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seluruh tahapan Seleksi Poltek Imipas 2026 berdasarkan kemampuan dan persyaratan yang telah ditetapkan. Hal ini menegaskan bahwa proses seleksi harus bebas dari hubungan, tekanan, ataupun kepentingan tertentu.

Berita Pilihan :  4.000 Bibit Tomat Ditanam di Bayaoge, Perkuat Ketahanan Pangan

Pengawasan terhadap proses Seleksi Poltek Imipas 2026 juga dilakukan melalui koordinasi antara Kanwil Ditjenpas Sulteng dan Kanwil Ditjen Imigrasi Sulteng, bersama jajaran panitia seleksi daerah. Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjen Imigrasi Sulteng, Andi Zulfikar, menyatakan bahwa kolaborasi antarlembaga diperlukan agar pelaksanaan seleksi di daerah berjalan dengan standar dan ketentuan yang sama.

“Kolaborasi ini penting untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar dan ketentuan. Kami bersama jajaran Pemasyarakatan berkomitmen memberikan pelayanan yang adil dan transparan kepada seluruh peserta,” ungkap Andi.

Koordinasi ini sekaligus merupakan upaya untuk mencegah adanya perbedaan perlakuan dalam proses penerimaan calon taruna/taruni. Transparansi tidak hanya menyangkut hasil akhir Seleksi Poltek Imipas 2026, tetapi juga bagaimana seluruh tahapan dilaksanakan secara konsisten sesuai aturan yang berlaku.

Bagi institusi Pemasyarakatan, proses rekrutmen memiliki arti strategis. Aparatur yang diterima hari ini akan menjadi bagian dari institusi yang memiliki tanggung jawab besar dalam pembinaan dan pelayanan di bidang Pemasyarakatan. Oleh karena itu, memastikan proses Seleksi Poltek Imipas 2026 berlangsung bersih menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.

Kanwil Ditjenpas Sulteng berharap para calon taruna/taruni yang nantinya terpilih tidak hanya memenuhi standar kompetensi, tetapi juga memiliki integritas sebagai fondasi dalam menjalankan tugas dan amanah negara. Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan SDM Pemasyarakatan tidak cukup dilakukan melalui pendidikan setelah seseorang diterima sebagai taruna. Pembangunan karakter justru harus dimulai sejak pintu pertama, yakni ketika proses Seleksi Poltek Imipas 2026 berlangsung.

Dengan proses yang transparan, objektif, dan bebas intervensi, institusi tidak hanya mencari calon aparatur yang mampu menjalankan pekerjaan. Namun juga menyiapkan generasi yang diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Pemasyarakatan melalui Seleksi Poltek Imipas 2026.

Pos terkait