LEICESTER, BULLETIN – Plymouth Argyle menghadapi kekalahan menyakitkan 0-2 dari Leicester City di King Power Stadium, menyusul apa yang disebut sebagai dua menit petaka di penghujung babak pertama yang mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
Meskipun tampil dengan skema pressing tinggi dan berhasil menciptakan banyak peluang, kegagalan Argyle dalam memanfaatkan kesempatan dan rapuhnya konsentrasi pada momen krusial menjadi penyebab utama kekalahan ini. Strategi menyerang yang diterapkan oleh Tom Cleverley sempat membuat lini belakang Leicester kewalahan.
Salah satu peluang terbaik Argyle lahir ketika kiper Leicester, Alex McCarthy, terlalu lama menguasai bola. Will Evans berhasil merebutnya dan memberikan umpan kepada Bradley Ibrahim, namun sundulan Ibrahim masih belum menemui sasaran. Serangan lain juga dibangun, termasuk melalui Evans, Xavier Amaechi, Alex Hartridge, dan Ronan Curtis, tetapi tak ada yang berbuah gol.
Leicester sendiri mulai menekan menjelang akhir babak pertama. Louis Page dan Bobby De Cordova-Reid sempat mengancam, namun penyelesaian akhir mereka belum akurat. Namun, semua berubah dalam dua menit petaka.
Pada menit ke-45+3, Will Alves membawa Leicester unggul setelah tendangannya membentur Alex Mitchell dan berubah arah, masuk ke gawang Murphy Cooper. Belum sempat Argyle bangkit, petaka kedua datang. Hanya dua menit berselang, Sammy Braybrooke melepaskan tembakan yang ditepis Cooper, namun bola muntah berhasil disambar Harry Howell pada menit ke-45+5, menggandakan keunggulan Leicester.
Dua gol cepat tersebut menjadi pukulan telak bagi Argyle, yang memasuki ruang ganti dengan defisit dua gol akibat kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. Di babak kedua, meskipun Argyle terus berupaya memperkecil ketertinggalan melalui Bim Pepple, sundulan Hartridge, dan peluang emas Caleb Watts yang digagalkan McCarthy, mereka gagal mencetak gol.
Matty Sorinola juga sempat membentur tiang gawang, menambah daftar panjang kegagalan Argyle dalam mengonversi peluang. Hingga peluit akhir, skor 2-0 untuk keunggulan Leicester tidak berubah, mengukuhkan kegagalan Argyle dalam menyelesaikan peluang dan menjaga konsentrasi.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Argyle, menegaskan bahwa keberanian dan kemampuan menciptakan peluang saja tidak cukup tanpa penyelesaian akhir yang klinis dan konsentrasi penuh. Kunjungi situs resmi English Football League untuk info lebih lanjut.






