VILLARREAL, BULLETIN – Villarreal CF harus menelan pil pahit di kandang sendiri setelah dua kali unggul, mereka takluk 2-3 dari Deportivo La Coruña (Dépor) dalam laga jornada keempat yang berlangsung dramatis. Pertandingan La Liga ini menjadi kekalahan mengejutkan bagi Villarreal di Estadio de la Cerámica.
Pertandingan antara Villarreal vs Deportivo La Coruña berjalan ketat. Sempat unggul 2-1 di babak kedua, Villarreal gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir. Gol telat Pierre-Emerick Aubameyang pada menit ke-88 memastikan kemenangan comeback Deportivo La Coruña.
Villarreal sebenarnya memulai laga dengan baik dan berhasil unggul lebih dulu melalui Nicolas Pépé pada menit ke-19. Namun, keunggulan Villarreal vs Deportivo La Coruña tidak bertahan lama setelah Luismi Cruz menyamakan kedudukan menjelang turun minum.
Di babak kedua, Villarreal kembali memimpin pada menit ke-62 setelah Adama Traoré melakukan gol bunuh diri. Namun, Deportivo La Coruña menunjukkan semangat juang tinggi. Zakaria menyamakan skor, sebelum Aubameyang mencetak gol penentu kemenangan dalam pertandingan Villarreal vs Deportivo La Coruña ini.
Kembali bermain di La Cerámica setelah renovasi, Villarreal langsung tancap gas. Tim asuhan Iñigo Pérez menguasai jalannya pertandingan dan terus menekan pertahanan Dépor. Tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-19 saat Nicolas Pépé, menerima umpan terobosan, sukses mengecoh Leo Román untuk membawa Villarreal unggul 1-0.
Deportivo La Coruña tidak menyerah begitu saja. Mengandalkan serangan balik cepat dan kecepatan Aubameyang, Dépor mulai mencari celah. Aubameyang sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-22, namun tembakannya masih melebar. Villarreal juga hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-37 melalui tembakan keras Alberto Moleiro yang berhasil ditepis Leo Román.
Namun, keunggulan Villarreal sirna di penghujung babak pertama. Umpan Aubameyang ke kotak penalti berhasil dimanfaatkan Luismi Cruz yang melepaskan tembakan dan mengubah skor menjadi 1-1. Hasil imbang ini membuat pertandingan Villarreal vs Deportivo La Coruña semakin menarik.
Memasuki babak kedua, Villarreal kembali mengambil inisiatif serangan. Moleiro dan Pépé sempat mendapatkan peluang, namun penyelesaian akhir mereka masih belum menemui sasaran atau berhasil digagalkan kiper lawan. Bahkan, gol Pape Gueye pada menit ke-60 dianulir oleh wasit Gil Manzano, memicu protes dari para pendukung tuan rumah.
Tak lama berselang, pelatih Iñigo Pérez melakukan tiga pergantian pemain sekaligus, memasukkan Georges Mikautadze, Tajon Buchanan, dan Santi Comesaña. Perubahan ini memberikan dampak positif. Pada menit ke-62, tekanan tinggi Villarreal memaksa Adama Traoré melakukan kesalahan fatal dan mencetak gol bunuh diri, membuat Villarreal kembali unggul 2-1 dalam laga Villarreal vs Deportivo La Coruña.
Gol bunuh diri tersebut seharusnya menjadi momentum bagi Villarreal untuk mengamankan kemenangan. Namun, Deportivo La Coruña memberikan respons cepat. Zakaria berhasil memanfaatkan ruang yang ada untuk melepaskan tembakan rendah yang gagal dihentikan Luiz Júnior, sehingga skor kembali imbang 2-2. Keunggulan Villarreal hanya bertahan beberapa menit.
Pertandingan menjadi semakin terbuka di fase akhir. Dépor terlihat lebih agresif mencari gol kemenangan, sementara Villarreal juga berusaha untuk kembali unggul. Namun, justru Dépor yang berhasil memanfaatkan kelengahan lawan. Pada menit ke-88, kesalahan Cardona dimanfaatkan Aubameyang yang berhasil merebut bola dan menggiringnya hingga ke pertahanan Villarreal. Tanpa kesulitan berarti, Aubameyang menaklukkan Luiz Júnior dan membuat Deportivo La Coruña berbalik unggul 3-2.
Villarreal berusaha keras mengejar ketertinggalan di sisa waktu, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta. Kemenangan dramatis ini menjadi milik Deportivo La Coruña.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Villarreal, yang sempat memimpin dua kali di kandang sendiri namun gagal mempertahankan keunggulan. Setelah mencetak gol kedua pada menit ke-62, mereka justru kebobolan dua gol dan kehilangan tiga poin di hadapan para pendukungnya. Pertandingan Villarreal vs Deportivo La Coruña ini menunjukkan kerapuhan mental Villarreal.
Sebaliknya, Deportivo La Coruña menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa. Tertinggal 0-1, mereka mampu menyamakan skor sebelum jeda. Setelah kembali tertinggal 1-2, tim Galicia itu bangkit lagi dan mencetak dua gol untuk memastikan kemenangan. Aubameyang menjadi pahlawan dengan gol penentu di menit ke-88, namun kemenangan Dépor secara keseluruhan lahir dari kemampuan mereka memanfaatkan momentum dan kesalahan Villarreal di menit-menit akhir pertandingan. Bagi Villarreal, malam yang seharusnya menjadi perayaan kembalinya ke La Cerámica justru berakhir dengan kekecewaan mendalam.






