VILLARREAL, BULLETIN – Kekalahan Villarreal CF 2-3 dari RC Deportivo bukan hanya soal hasil di papan skor, tetapi juga menjadi penanda semakin nyatanya krisis Villarreal yang tengah terjadi. Pelatih Iñigo Pérez secara terbuka mengakui bahwa timnya menghadapi banyak masalah internal yang membutuhkan pembenahan segera, jauh melampaui sekadar performa di lapangan.
Pérez bahkan menegaskan ketidakpuasannya bukan semata-mata karena hasil akhir pertandingan. Menurutnya, Villarreal masih belum menunjukkan karakter permainan yang ia inginkan. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa evaluasi terhadap krisis Villarreal tidak berhenti pada dua gol yang membuat mereka kehilangan keunggulan di menit-menit akhir.
“Kami harus memperbaiki banyak hal, lebih dari sekadar kesalahan dan ketidaktepatan. Bahkan jika kami menang, saya akan pulang dengan perasaan yang sama. Saya tidak puas,” kata Iñigo Pérez dilansir dari villarrealcf,
Pelatih asal Navarra itu tidak menutupi buruknya awal musim timnya. Pengakuan ini datang pada saat Villarreal seharusnya mulai membangun momentum di kandang. Namun, pertandingan melawan Dépor justru memperlihatkan kelemahan fundamental yang masih harus diatasi dalam krisis Villarreal ini.
“Ini sedang menjadi awal yang buruk. Kami tidak menyembunyikan kenyataan. Ini pahit dan menyakitkan,” ujar Iñigo Pérez.
Masalah yang dihadapi Villarreal bukan hanya bagaimana mencetak gol, tetapi juga bagaimana menjaga keunggulan, mempertahankan konsentrasi, serta mengelola pertandingan di bawah tekanan lawan. Pérez memilih untuk tidak mencari kambing hitam, melainkan fokus pada solusi untuk mengatasi krisis Villarreal.
“Kami memiliki banyak hal untuk dianalisis untuk mencoba memperbaiki keadaan,” tegas Iñigo Pérez.
Situasi ini menuntut respons cepat dari tim, mengingat jadwal pertandingan yang padat. Pérez menyadari bahwa Villarreal tidak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan. Mereka harus segera mengubah kekecewaan menjadi pekerjaan konkret di lapangan demi keluar dari krisis Villarreal.
“Kami tidak punya banyak waktu untuk menyesal. Kami harus mulai bekerja,” kata Iñigo Pérez.
Tantangan berikutnya bahkan lebih berat, yaitu menghadapi Borussia Dortmund pada Selasa, 22/10. Laga ini akan menjadi ujian pertama apakah evaluasi terhadap kekalahan dari Dépor mampu menghasilkan perubahan yang signifikan dalam waktu singkat untuk Villarreal. Manajemen klub Villarreal CF sendiri diharapkan memberikan dukungan penuh.
Pérez tetap optimis skuadnya mampu mengembalikan kepercayaan diri dengan cepat. “Tim ini mampu kembali menang dan mendapatkan kembali kepercayaan dirinya dengan cepat. Saya tahu kami akan siap untuk pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Namun, Villarreal membutuhkan lebih dari sekadar kemenangan; mereka perlu menunjukkan bahwa masalah yang diidentifikasi Pérez sedang dalam proses perbaikan. Jika kesalahan yang sama kembali muncul, kekalahan dari Dépor tidak akan lagi terlihat sebagai insiden terisolasi, melainkan bagian dari krisis Villarreal yang lebih besar. Oleh karena itu, awal musim ini harus menjadi alarm bagi seluruh tim agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari.






