NICE, BULLETIN – Le Mans FC harus puas membawa pulang satu poin dari markas OGC Nice setelah bermain imbang 1-1. Hasil ini terasa pahit karena Le Mans gagal menang padahal tampil dominan dan memiliki banyak peluang emas, termasuk di menit-menit akhir pertandingan.
Kekecewaan tim tamu semakin besar lantaran Louis Mafouta nyaris mengunci kemenangan, namun sepakannya hanya membentur tiang gawang setelah berhasil melewati kiper Nice. Momen ini menjadi representasi bagaimana Le Mans gagal menang meski memiliki kesempatan emas.
Sejak awal pertandingan, Le Mans menunjukkan agresivitas. Lucas Calodat sudah merepotkan pertahanan Nice pada menit kedua. Tekanan tinggi dari tim tamu kemudian menghasilkan beberapa peluang, termasuk dari Jean Vercruysse pada menit kedelapan yang tendangannya masih bisa diblok dan melebar.
Ketekunan Le Mans akhirnya berbuah manis pada menit ke-13. Adil Bourabaa berhasil memanfaatkan perebutan bola, melewati pemain bertahan Nice, dan melepaskan tembakan ke pojok atas gawang yang tak terjangkau kiper, membawa Le Mans unggul 1-0.
Keunggulan satu gol ini mencerminkan dominasi Le Mans di babak pertama, di mana mereka mampu membatasi pergerakan Nice. Tuan rumah baru mendapatkan peluang bersih pada menit ke-29 melalui sundulan Axel Witsel yang melebar.
Setelah unggul, Le Mans sempat mengandalkan serangan balik, yang sebenarnya menciptakan beberapa transisi berbahaya pada menit ke-35, 39, dan 44. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat mereka gagal menggandakan keunggulan, dan ini terbukti mahal.
Menjelang turun minum, sebuah kesalahan antisipasi di pertahanan Le Mans dimanfaatkan Elye Wahi untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-44. Le Mans kehilangan keunggulan saat mereka tampak memegang kendali permainan, sebuah momen krusial yang membuat mereka gagal menang lebih awal.
Memasuki babak kedua, OGC Nice meningkatkan intensitas serangan, tetapi pertahanan Le Mans tetap solid. Bahkan, Le Mans masih mampu menciptakan peluang berbahaya, seperti sundulan Dame Gueye pada menit ke-53 yang tipis melebar, dan Louis Mafouta yang nyaris memanfaatkan lemparan jauh pada menit ke-62.
Nice juga mencoba menekan, namun sebagian besar serangan mereka tidak terlalu mengancam gawang Le Mans. Ryan Bamba sempat memotong bola krusial di kotak penalti pada menit ke-63, menghindarkan gawang Le Mans dari ancaman Sofiane Diop. Jonathan Clauss sempat memaksa Erwan Hatfout melakukan penyelamatan pada menit ke-79, yang menjadi salah satu peluang terbaik Nice.
Namun, momen paling dramatis terjadi di menit-menit akhir. Pada menit ke-87, Antoine Rabillard mengirim umpan terobosan sempurna kepada Louis Mafouta. Mafouta berhasil melewati kiper Nice, namun tendangannya saat melakukan sliding justru membentur tiang gawang. Peluang emas untuk Le Mans meraih kemenangan pun sirna, menegaskan bahwa mereka gagal menang meski kesempatan ada di depan mata.
Peluit panjang akhirnya membunyikan skor 1-1. Bagi Le Mans, hasil imbang ini terasa seperti kekalahan. Mereka menunjukkan keberanian, unggul lebih dulu, mampu meredam tekanan, dan memiliki peluang penentu. Namun, kegagalan mengonversi keunggulan dan peluang menjadi gol membuat Le Mans gagal menang dan harus puas dengan satu poin.
Masalah utama Le Mans bukan pada kualitas permainan, melainkan pada ketidakmampuan untuk ‘membunuh’ pertandingan saat kesempatan terbuka lebar. Kini, tim harus fokus ke pertandingan kandang berikutnya melawan RC Lens di Marie-Marvingt. Laga tersebut akan menjadi ajang pembuktian bahwa bermain baik saja tidak cukup; peluang dan momentum harus diubah menjadi kemenangan mutlak.






