Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Ganggu 209 Penerbangan di Soekarno-Hatta

  • Whatsapp
Abu Anak Krakatau Jakarta
Ilustrasi gunung anak Krakatau pantauan dari CCTV PVMBG. Foto: Dok. PVMBG.

JAKARTA, BULLETIN – Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau kini telah meluas hingga ke wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Dampaknya, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara hingga pagi hari ini, 6 September 2026, mengakibatkan setidaknya 209 penerbangan terdampak oleh sebaran abu Anak Krakatau Jakarta.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati kawah dalam radius 3 km dari pusat aktivitas gunung. Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi terkait penyebaran abu Anak Krakatau Jakarta ini.

“Masyarakat di sekitar G. Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas G. Anak Krakatau,” kata Badan Geologi.

Badan Geologi juga mengingatkan potensi bahaya lain seperti awan panas, lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat dari Gunung Anak Krakatau. Namun, untuk meredakan kekhawatiran, Badan Geologi menegaskan bahwa aktivitas saat ini tidak menunjukkan potensi tsunami akibat keruntuhan tubuh gunung, karena bagian Anak Krakatau yang tumbuh kembali pasca-erupsi 2018 masih relatif kecil. Pemantauan intensif terhadap morfologi gunung terus dilakukan untuk memastikan keamanan dari sebaran abu Anak Krakatau Jakarta.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Salah satu klaster bergerak ke timur laut hingga selatan pada ketinggian sekitar 20.000 kaki, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Klaster lainnya mencapai ketinggian sekitar 50.000 kaki dan bergerak ke barat daya hingga barat laut, mencakup Banten, Lampung, dan Bengkulu.

Berita Pilihan :  Sherina Munaf Padamkan Bara Karhutla di Palangka Raya

“Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” jelas BMKG.

Dampak meluasnya abu Anak Krakatau Jakarta ini turut mempengaruhi sektor penerbangan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa penutupan Bandara Soekarno-Hatta dilakukan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik. Penutupan sementara ini berdampak pada ratusan penerbangan, termasuk untuk tujuan ke atau dari wilayah Jakarta.

“Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil paper test pada Minggu (6/9) pukul 00.35 WIB sampai 01.05 WIB menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” kata Lukman F. Laisa.

Total 209 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak oleh sebaran abu Anak Krakatau Jakarta, dengan operasional bandara diperpanjang penutupannya hingga pukul 09.30 WIB. Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan penerbangan dan penanganan dampak abu vulkanik ini.

Pos terkait