Alphadjo Cissé Cetak Gol, Jadi MVP Juventus vs AC Milan

  • Whatsapp
Alphadjo Cissé
Alphadjo Cissé, Senjata Baru AC Milan: MVP dan Pemecah Rekor Usia. (Foto:AC Milan)

TURIN, BULLETIN – Alphadjo Cissé, penyerang muda AC Milan, kembali membuktikan diri sebagai pembeda krusial dari bangku cadangan, mencetak gol penting dan meraih predikat Man of the Match (MVP) saat melawan Juventus pada pekan ketiga Serie A 2026/27. Pemain berusia 19 tahun ini hanya membutuhkan delapan menit setelah masuk lapangan untuk meninggalkan jejak signifikan, mempertegas statusnya sebagai senjata baru yang mematikan.

Alphadjo Cissé diturunkan pada menit ke-60 dan pada menit ke-68, ia berhasil menjebol gawang Juventus. Gol ini bukan hanya mendekatkan Milan pada kemenangan, tetapi juga menegaskan bahwa Alphadjo Cissé bukan sekadar pemain muda pelapis. Kemampuannya memberikan dampak langsung pada pertandingan, bahkan saat tidak bermain sejak awal, menjadi sorotan utama.

Pertandingan melawan Juventus menandai kali pertama Alphadjo Cissé tidak masuk dalam daftar sebelas pemain inti musim ini. Namun, situasi ini justru tidak mengurangi efektivitas Alphadjo Cissé. Setelah melewati program latihan intensif di Milanello dan tur pramusim, Alphadjo Cissé berhasil menerjemahkan perkembangannya ke dalam performa kompetitif di level tertinggi Italia.

Gol ke gawang Juventus juga menjadi bukti kualitas individual Alphadjo Cissé. Ia menunjukkan kecerdasannya dengan dua sentuhan cepat menggunakan kaki kanan untuk menciptakan ruang. Kemudian, ia melepaskan penyelesaian yang tak mampu dihentikan oleh pertahanan Juventus yang kokoh.

Kontribusi Alphadjo Cissé di Turin tidak hanya terbatas pada gol semata. Pemain yang saat itu berusia 19 tahun 319 hari ini mencetak sejarah sebagai pemain termuda AC Milan yang mampu mencetak gol dalam masing-masing dua penampilan tandang pertamanya di Serie A. Rekor ini berlaku di era tiga poin untuk kemenangan, yang dimulai pada musim 1994/95.

Berita Pilihan :  Arus Abdul Karim: Masa Depan Sulteng Ditentukan oleh Kualitas SDM

Sebelumnya, Alphadjo Cissé juga berhasil mencetak gol pada laga tandang melawan Torino. Torehan ini menempatkannya dalam catatan khusus, mengingat hanya Brahim Díaz dan Ante Rebić pada musim 2020/21 yang sebelumnya mampu mencetak gol tandang melawan Torino dan Juventus dalam satu musim Serie A.

Dalam pertandingan kontra Juventus, Alphadjo Cissé juga mencatatkan empat umpan sukses, satu dribel, dan satu duel yang berhasil dimenangkan. Performa gemilang ini membuatnya langsung mendapatkan pengakuan dari para suporter Milan.

Alphadjo Cissé terpilih sebagai Man of the Match dengan perolehan 54 persen suara. Ia berhasil mengungguli pemain lain yang juga tampil menonjol di Allianz Stadium, seperti De Winter, sementara Luka Modrić menempati posisi ketiga.

Perkembangan Alphadjo Cissé menjadi salah satu sinyal menarik dari awal musim Milan. Meskipun belum menjadi pilihan utama di setiap pertandingan, kemampuannya memanfaatkan setiap menit bermain membuat perannya semakin penting dan sulit diabaikan. Masuk dari bangku cadangan dan langsung mencetak gol menunjukkan Alphadjo Cissé memiliki karakter yang dibutuhkan pemain muda di level elite: keberanian mengambil keputusan, kemampuan menciptakan ruang, dan ketenangan dalam penyelesaian akhir.

Bagi Milan, situasi ini menjadi aset berharga. Kompetisi panjang membutuhkan pemain yang tidak hanya mampu tampil sejak menit pertama, tetapi juga bisa mengubah jalannya pertandingan saat masuk pada fase krusial. Alphadjo Cissé telah menunjukkan kemampuan tersebut dalam dua laga tandang awalnya di Serie A. Jika konsistensinya terus terjaga, penghargaan MVP di Turin ini bukan sekadar apresiasi atas satu gol, melainkan penanda bahwa AC Milan mulai memiliki sosok muda yang siap berkembang dari pemain pelapis menjadi salah satu senjata penting dalam skuad utama mereka.

Pos terkait