PALU, BULLETIN – Layanan pesan instan Telegram mengalami gangguan parah pada Selasa (8/9/2026) pagi, di mana ribuan pengguna di Asia melaporkan tidak dapat mengirim maupun menerima pesan. Gangguan Telegram ini meluas hingga sejumlah negara di Asia, dengan fitur pesan menjadi yang paling terdampak.
Gangguan Telegram tersebut terpantau melalui situs pemantau layanan Downdetector, yang mencatat lonjakan laporan pengguna secara signifikan. Laporan gangguan Telegram tidak hanya terpusat di satu wilayah, melainkan menyebar di berbagai negara.
Di Indonesia, laporan mengenai gangguan Telegram mulai muncul pada pagi hari. Data pemantauan juga menunjukkan adanya laporan dari sejumlah negara Asia lain seperti Singapura, India, Bangladesh, Sri Lanka, Hong Kong, Taiwan, Filipina, hingga Australia.
Gangguan Telegram paling mencolok terjadi di Singapura. Menurut laporan The Straits Times, pengguna mulai melaporkan masalah Telegram melalui Downdetector sekitar pukul 10.20 waktu setempat. Jumlah laporan kemudian melonjak hingga hampir 4.000 laporan tak lama setelah pukul 10.30, menandakan skala gangguan Telegram yang cukup besar.
Berdasarkan pemantauan Downdetector Singapura, gangguan Telegram paling banyak dilaporkan pada aplikasi dan layanan pesan. Data yang ditampilkan menunjukkan sekitar 53 persen laporan berkaitan dengan aplikasi, sedangkan 38 persen pengguna melaporkan masalah pada layanan pesan. Sekitar 6 persen lainnya mengalami kendala saat login karena gangguan Telegram.
Kondisi tersebut membuat sebagian pengguna tidak dapat mengakses percakapan, mengirim pesan, maupun menerima pesan secara normal. Sejumlah laporan pengguna juga menunjukkan masalah tidak hanya terjadi di satu negara, mengindikasikan gangguan Telegram ini bersifat regional.
Gangguan Telegram tampaknya tidak berlangsung secara merata dan permanen di semua wilayah. Sejumlah pengguna melaporkan layanan kembali dapat digunakan setelah mengalami kendala.
Di Singapura, jumlah laporan di Downdetector turun drastis menjadi sekitar 350 pada pukul 11.30 waktu setempat, dari sebelumnya mendekati 4.000 laporan. Pemantauan Downdetector Indonesia juga menunjukkan tidak ada masalah saat ini setelah lonjakan laporan sebelumnya, meski laporan gangguan Telegram masih tercatat dalam periode 24 jam terakhir.
Namun, hingga laporan ini ditulis, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab gangguan Telegram. Belum dapat dipastikan apakah kendala berkaitan dengan gangguan teknis pada infrastruktur Telegram, jaringan di wilayah tertentu, atau faktor lainnya.
Telegram merupakan layanan komunikasi berbasis cloud yang menyediakan pesan instan, panggilan suara dan video, berbagi file, kanal, grup serta berbagai fitur lainnya. Gangguan pada layanan pesan seperti ini dapat berdampak langsung terhadap pengguna yang mengandalkan Telegram untuk komunikasi pribadi maupun pekerjaan.
Dengan laporan yang mulai menurun, layanan Telegram berangsur kembali normal di sejumlah wilayah. Pengguna yang masih mengalami kendala disarankan memantau perkembangan status layanan dan menunggu hingga sistem sepenuhnya pulih dari gangguan Telegram.






