Rektor UIN Minta Alumni Rawat Keberagaman di Masyarakat 

  • Whatsapp
Rektor UIN Minta Alumni Rawat Keberagaman di Masyarakat. Foto:Ist

PALU,BULLETIN.ID – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir meminta wisudawan dan wisudawati untuk merawat keberagaman di masyarakat, usai menempuh pendidikan di perguruan tinggi Islam negeri tersebut.

“Di kampus ini kita belajar bahwa manusia bisa berbeda agama, berbeda suku, berbeda budaya, berbeda cara pandang, tetapi tetap bisa duduk bersama. Karena itu, ketika kalian meninggalkan kampus ini, jangan tinggalkan nilai itu di gerbang kampus. Bawalah ia ke masyarakat,” ungkap Profesor Lukman Thahir saat menyampaikan Pesan Almamater Wisuda Ke-47, Sarjana, Magister dan Doktor, di Kota Palu, Sabtu (12/9/2026).

UIN Datokarama kembali menamatkan 581 orang lulusan terdiri 482 sarjana, 80 magister dan 19 doktor. 

Rektor Profesor Lukman berpesan kepada para lulusan tersebut bahwa “jadilah manusia yang membuat perbedaan terasa indah” kata Rektor.

UIN Datokarama Palu, kata Profesor Lukman, bukan hanya tempat kalian belajar ilmu. Kampus ini sedang kita bangun sebagai Living Laboratory of Religious Moderation laboratorium hidup moderasi beragama.

“Apa artinya? Artinya, moderasi beragama bukan hanya sesuatu yang kita ajarkan di ruang kuliah. Kita berusaha menghidupkannya dalam kehidupan kampus,” ujarnya.

Ia mengutarakan  bahwa para lulusan akan bekerja di tempat yang mungkin jauh lebih beragam daripada kampus. 

Kalian akan bertemu orang yang berbeda agama. Berbeda pilihan hidup. Berbeda budaya. Berbeda pandangan politik. Berbeda tingkat ekonomi. Bahkan mungkin berbeda dengan kalian dalam hampir segala hal.

“Jangan takut terhadap perbedaan. Belajarlah hidup bersamanya. Karena menjadi moderat bukan berarti kehilangan keyakinan. Sebaliknya, Kita boleh teguh dalam keyakinan, tetapi tetap lembut dalam memperlakukan manusia.

Berita Pilihan :  Gol Perdana Langsung Berbuah Penghargaan, Gonzalo Tapia Jadi Favorit Fan MLS

Kita boleh berbeda pendapat tanpa harus bermusuhan. Kita boleh memiliki keyakinan yang kuat tanpa merendahkan keyakinan orang lain. Dan kita boleh mengatakan bahwa kita benar tanpa harus mengatakan bahwa orang lain tidak berharga. Itulah kedewasaan,” imbuhnya.

Kata dia, Tidak ada lagi ujian tengah semester atau ujian akhir semester yang akan dilewati oleh para lulusan. Tetapi akan ada ujian yang mungkin jauh lebih berat yaitu, ujian integritas, ujian kesabaran, ujian kejujuran, ujian toleransi, ujian keberanian, dan ujian kemanusiaan. 

“Maka, bawalah ilmu kalian yang telah kalian raih di bangku perkuliahaan tersebut ke masyarakat,” ucapnya.***

Pos terkait