JAKARTA, BULLETIN – Kumpul keluarga bukan hanya tentang kebersamaan, tetapi juga kenangan. Untuk menghadirkan kembali suasana akrab dan penuh nostalgia, kuliner jadul kumpul keluarga menjadi pilihan tepat. Hidangan tradisional ini tidak hanya mudah ditemukan, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang diwariskan lintas generasi, sehingga mampu mempererat ikatan dan memicu cerita masa lalu.
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mencatat, banyak makanan tradisional Nusantara telah dikenal sejak ratusan bahkan lebih dari seribu tahun lalu. Keberadaannya terus bertahan hingga kini, membuktikan daya tarik dan nilai historisnya. Pilihan hidangan sederhana yang mengingatkan pada masa kecil ini jauh lebih berarti daripada sekadar hidangan mewah.
Berikut adalah beberapa kuliner jadul yang cocok disajikan saat kumpul keluarga, dijamin bikin suasana makin hangat dan penuh cerita.
1. Urap Sayur
Urap merupakan hidangan tradisional yang sederhana namun kaya rasa. Perpaduan sayuran rebus dan kelapa parut berbumbu menciptakan cita rasa gurih dan segar yang disukai banyak orang. Kuliner jadul kumpul keluarga ini cocok sebagai menu pendamping, dapat disantap bersama nasi dan lauk rumahan lainnya.
Menariknya, urap memiliki sejarah panjang dalam kuliner Nusantara, telah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan terus diwariskan. Kehadirannya di meja makan keluarga bisa menjadi pembuka percakapan tentang warisan kuliner.
2. Pecel
Pecel, dengan sayuran rebus dan siraman sambal kacang, identik dengan masakan rumahan. Hidangan ini bisa dinikmati bersama nasi, rempeyek, tahu, tempe, maupun lauk lainnya. Sebagai kuliner jadul kumpul keluarga, pecel menunjukkan bagaimana makanan sederhana dapat bertahan melewati berbagai generasi.
3. Nasi Liwet
Jika ingin menciptakan suasana makan bersama yang lebih intim, nasi liwet adalah pilihan sempurna. Nasi yang dimasak dengan santan atau kaldu ini disajikan bersama lauk dan pelengkap seperti ayam, telur, sayur, serta sambal. Nasi liwet Solo, salah satu kuliner jadul kumpul keluarga, dikenal sebagai sajian yang dapat dinikmati bersama berbagai lauk.
Penyajiannya bisa dibuat sederhana, dengan menempatkan nasi dan lauk di tengah meja agar anggota keluarga dapat mengambil makanan bersama-sama, menambah kehangatan.
4. Gudeg
Gudeg adalah pilihan tepat bagi keluarga yang menyukai cita rasa manis dan gurih. Hidangan berbahan nangka muda ini dimasak dengan santan dan gula hingga menghasilkan tekstur lembut. Gudeg juga memiliki sejarah panjang, telah disebut dalam Serat Centhini, karya sastra Jawa awal abad ke-19.
Dalam penyajiannya, gudeg dapat dilengkapi telur, ayam, tahu, tempe, areh, dan sambal krecek, menjadikannya kuliner jadul kumpul keluarga yang lengkap.
5. Buras
Untuk sentuhan kuliner khas Sulawesi, buras bisa menjadi pilihan. Makanan berbahan beras yang dimasak dengan santan ini dibungkus daun pisang, kemudian dimasak kembali hingga padat dan lembut. Buras dikenal luas sebagai hidangan khas Bugis, sering disajikan pada momen penting.
Proses pembuatannya yang dapat dilakukan bersama-sama juga memiliki kaitan dengan semangat gotong royong dan berbagi dalam keluarga. Buras biasanya disantap bersama hidangan berkuah seperti coto Makassar atau sop konro, menjadikannya kuliner jadul kumpul keluarga yang unik.
6. Jajanan Pasar
Kumpul keluarga belum lengkap tanpa camilan. Aneka jajanan pasar seperti kue lapis, lemper, kue ku, risol, dan makanan tradisional lainnya dapat disusun dalam satu tampah untuk dinikmati bersama. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bahkan mencantumkan penyajian jajanan pasar dalam bentuk kue tampah sebagai salah satu contoh hidangan yang cocok untuk acara keluarga.
Selain praktis, aneka jajanan ini bisa menghadirkan kembali kenangan masa kecil bagi anggota keluarga yang sudah lama tidak menikmatinya, memperkaya pengalaman kuliner jadul kumpul keluarga.
Bukan Sekadar Makanan, Melainkan Cerita
Kuliner jadul kumpul keluarga memiliki daya tarik bukan hanya dari rasanya, tetapi juga dari cerita yang menyertainya. Resep yang diwariskan dari orang tua atau kakek-nenek sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari memori keluarga.
Buku Hidangan Nostalgia Keluarga dengan Cerita di Balik Setiap Resepnya karya Diah Nimpuno, misalnya, mengangkat berbagai makanan populer masa lalu seperti bistik sapi kuno dan rujak cingur sebagai hidangan yang terkait erat dengan kenangan keluarga.
Oleh karena itu, menghadirkan makanan jadul di meja makan adalah cara sederhana untuk mempertemukan selera sekaligus cerita dari berbagai generasi. Di tengah banyaknya pilihan makanan modern, hidangan tradisional tetap memiliki tempat tersendiri. Ketika disajikan saat keluarga berkumpul, makanan bukan hanya menjadi pengisi perut, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara kenangan masa lalu dan kebersamaan keluarga hari ini.






