PALU, BULLETIN.ID – Sebanyak 65 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) penerimaan Calon Taruna/Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) Tahun Anggaran 2026 di Sulawesi Tengah, Sabtu (26/9/2026).
Puluhan peserta tersebut mengikuti ujian dalam dua sesi di lokasi ujian UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palu. Sebanyak 21 peserta mengikuti sesi kedua, sementara 44 peserta lainnya mengikuti sesi ketiga.
Pelaksanaan ujian menjadi bagian penting dalam tahapan seleksi calon taruna/taruni Poltekimipas yang menuntut peserta bersaing melalui kemampuan masing-masing. Untuk memastikan proses berjalan objektif, pelaksanaan SKD CAT mendapat pengawasan lintas instansi.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, bersama jajaran memantau langsung pelaksanaan ujian bersama Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah, Kepala UPT BKN Palu, panitia daerah, dan pengawas.
Herman menegaskan seluruh peserta harus memperoleh kesempatan yang sama tanpa intervensi dari pihak mana pun.
“Kami memastikan pelaksanaan seleksi ini bersih, jujur, dan sportif serta tidak ada intervensi dari pihak mana pun,” tegas Herman.
Ia mengatakan peserta yang memenuhi kriteria dan memiliki kemampuan sesuai ketentuan akan melanjutkan ke tahapan berikutnya. Menurutnya, proses seleksi diarahkan untuk mendapatkan calon aparatur sipil negara yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan kompetensi.
Sebelum mengikuti ujian, peserta diwajibkan hadir 90 menit lebih awal untuk menjalani registrasi, pemeriksaan dokumen, verifikasi identitas melalui face recognition, hingga memperoleh PIN sesi.
Peserta juga harus menyimpan barang bawaan di loker dan hanya diperbolehkan membawa Kartu Peserta serta KTP ke ruang ujian. Pemeriksaan keamanan menggunakan metal detector dan body checking dilakukan sebelum peserta memasuki ruang ujian.
Kepala UPT BKN Palu, Assakhiyyu Rahman, mengapresiasi koordinasi panitia daerah dalam mempersiapkan pelaksanaan seleksi.
Menurutnya, koordinasi telah dilakukan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan sehingga seluruh kebutuhan ujian dapat dipersiapkan dengan baik.
Sementara itu, Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Pertama sekaligus tim monitoring pelaksanaan Catar Poltekimipas 2026 wilayah Sulawesi Tengah, I Nengah Widya Adhi Pratama, mengatakan pengawasan dilakukan sejak tahap persiapan hingga ujian berlangsung.
Selain memastikan kesiapan alur peserta dan ruang ujian, panitia juga melakukan mitigasi terhadap potensi gangguan teknis.
“Kami juga melakukan mitigasi risiko, termasuk menyiapkan genset sebagai antisipasi gangguan kelistrikan. Ini penting untuk memastikan pelaksanaan ujian tetap berjalan sesuai jadwal,” jelas I Nengah.
Salah satu peserta, Muh. Zainul Mutaqim, menilai proses seleksi berjalan transparan. Ia mengaku mendapat arahan yang jelas sejak pemeriksaan berkas hingga memasuki ruang ujian.
“Alurnya mudah dan tidak ribet, petugas juga memberikan arahan dengan baik. Dari pendaftaran sampai tahap ini tidak ada pungutan biaya atau Rp0. Pelaksanaannya transparan dan ruang ujiannya juga sangat nyaman,” tuturnya.
Selanjutnya tahapan seleksi Poltekimipas 2026 kini memasuki proses penentuan peserta yang berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya berdasarkan hasil ujian dan ketentuan yang berlaku.






