Sekolah Daring di Palu Diperpanjang, PM2.5 Masih Sangat Tidak Sehat

  • Whatsapp
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. (Foto: Jufri)

PALU, BULLETIN.ID – Pemerintah Kota Palu memperpanjang pembelajaran dalam jaringan (daring) di tengah kondisi kualitas udara yang masih berada pada kategori sangat tidak sehat. 

Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Bariri, konsentrasi PM2.5 di Palu mencapai 203 mikrogram per meter kubik pada 25 Oktober 2026 pukul 14.28 WITA.

Perpanjangan pembelajaran daring menjadi langkah untuk mengurangi risiko paparan polusi udara, terutama bagi anak-anak yang rentan terdampak pencemaran akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Memang berat bagi orang tua, tetapi saya berharap bahwa kita memahami dan menerima kondisi ini” Kata Hadianto dalam unggahannya. 

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak membakar sampah maupun material lainnya secara terbuka karena dapat memperburuk pencemaran udara.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan partikel halus PM2.5.

Masyarakat diimbau memantau informasi kualitas udara dan mengikuti arahan pemerintah untuk mengurangi risiko kesehatan selama kondisi udara masih memburuk

Berita Pilihan :  Kodam Palaka Wira Uji Kesiapan Penanganan Karhutla di Sulteng

Pos terkait