Tak Gentar di Kandang Lawan, The Shotgun Pulang Kemakassar dengan Kemenangan

  • Whatsapp
– Datang dari Makassar, Muh. Fadhil Mubarok atau The Shotgun membuktikan kemampuannya di arena combat sport By One The Proof di Palu, Sabtu (24/10/2026). (Foto:Indra)

PALU, BULLETIN.ID – Datang dari Makassar, Muh. Fadhil Mubarok atau The Shotgun membuktikan kemampuannya di arena combat sport By One The Proof di Palu, Sabtu (24/10/2026).  Meski harus menempuh perjalnaan selama 24 jam  dengan menggunakan bus, petarung berusia 24 tahun itu berhasil meraih kemenangan dalam ajang yang diselenggarakan Syndicate.

Baginya kemenangan itu bukan sekadar hasil dari sebuah pertandingan. Ada proses latihan, pengorbanan, dan keberanian menghadapi lawan dari luar daerah yang menyertainya. Ia datang ke Palu bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga menguji kemampuan sekaligus membuktikan bahwa petarung asal Makassar mampu bersaing di arena combat sport.

Kemenangan tersebut menjadi modal baginya untuk menatap tantangan yang lebih besar. Ia ingin terus mengembangkan kemampuannya dan membawa nama Makassar ke tingkat nasional.

Berawal dari Kecintaan pada Tantangan

Ketertarikan Fadhil terhadap bela diri berawal dari kesukaannya pada tantangan dan kedisiplinan. Ia ingin menguji kemampuan diri sekaligus mengetahui sejauh mana dirinya mampu berkembang melalui latihan.

Ketertarikan itu kemudian tumbuh menjadi keseriusan. The Shotgun mulai menekuni sejumlah cabang bela diri, terutama mixed martial arts (MMA), kickboxing, dan tinju.

Baginya, bela diri bukan hanya tentang adu kekuatan. Seorang petarung juga harus menguasai teknik, memiliki kondisi fisik yang prima, serta mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi tekanan di arena.

“Saya fokus mengikuti combat sport dari 1 tahun terakhir dan telah mengikuti 7 kompetensi seperti mma siparaca season 1 dan kick boxing face to face dan beberapa event lainnya” Kata . The Shotgun usai pertandingan melawan ryan, di SPBU Kartini, Sabtu (24/10/2026).

Dari berbagai pertandingan itu, ia memperoleh pengalaman untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri. Setiap kesempatan bertanding menjadi ruang belajar untuk memperbaiki teknik, meningkatkan kepercayaan diri, dan mematangkan mental sebagai petarung.

Tujuh Kompetisi dan Pengalaman Membentuk Mental

Perjalanan The Shotgun di dunia combat sport tidak berhenti pada latihan. Ia mulai menguji kemampuannya melalui berbagai kompetisi dan mencatatkan sejumlah prestasi.

Ia mengaku pernah meraih juara pertama di MMA Siparaca, Face to Face Kickboxing Series, serta BFN Volume 1, 2, dan 3.

Berbekal pengalaman itulah ia kemudian mengikuti ajang kompetisi BY ONE THE PROOF di Palu,  meski menurutnya  setiap pertarungan memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Situasi di arena tidak selalu berjalan sesuai dengan perkiraan saat latihan.

“Tantangannya bukan Cuma lawan saja, tapi biasa juga itu suasananya, sama penontonb juga ” ucapnya.

Karena itu, ia  berusaha menjaga fokus dan membaca pergerakan lawan selama pertandingan. Ia tidak ingin hanya mengandalkan kekuatan, tetapi juga berusaha menjalankan strategi dan menyesuaikan diri dengan situasi yang berkembang di arena.

Menurutnya, kemampuan membaca pola serangan lawan menjadi salah satu bagian penting dalam pertandingan. Ia berusaha memanfaatkan peluang tanpa menganggap remeh kemampuan lawan yang dihadapinya.Sikap itulah yang  menjadi prinsip bertanding yang ia pegang. Baginya setiap lawan layak dihormati karena sama-sama menjalani proses latihan dan persiapan untuk tampil di arena.

Berita Pilihan :  Kualitas Udara Menurun, Pembelajaran Daring di Kota Palu Diperpanjang

Pengorbanan Waktu

Di balik kemenangan yang diraih, ada persiapan yang harus dijalani secara konsisten. The Shotgun menyiapkan diri melalui latihan fisik dan teknik, menjaga pola makan, mengatur berat badan, serta membangun kesiapan mental.

Proses itu menuntut pengorbanan waktu, tenaga, dan kenyamanan. Ia harus menjaga kondisi tubuh sekaligus memastikan dirinya siap menghadapi tekanan pertandingan. Kesulitan terbesarnya  bukan semata-mata menghadapi serangan lawan, melainkan mempertahankan kondisi fisik, konsentrasi, dan ketenangan ketika berada di bawah tekanan.

Di arena, keputusan harus diambil dalam waktu singkat. Petarung dituntut membaca situasi, menentukan respons, dan tetap fokus hingga pertandingan berakhir.

The Shotgun  berusaha menjadikan setiap pertandingan sebagai bahan evaluasi. Meski menang, ia menyadari masih ada aspek yang perlu diperbaiki, mulai dari teknik, pertahanan, kondisi fisik, hingga pengambilan keputusan.

Baginya, kemenangan bukan alasan untuk berhenti belajar. Justru hasil pertandingan menjadi pengingat bahwa kemampuan seorang petarung tidak terbentuk dalam waktu singkat, melainkan melalui latihan konsisten dan pengalaman yang terus bertambah.

Ia juga memandang kemenangan di Palu sebagai kesempatan untuk memperkenalkan kemampuan petarung asal Makassar kepada khalayak yang lebih luas.

Bidik Kompetisi Lebih Besar, Bawa Nama Makassar

Setelah meraih kemenangan di Palu, The Shotgun ingin melanjutkan perjalanan dengan mengikuti kompetisi yang memiliki level lebih tinggi. Ia menargetkan diri menjadi petarung profesional berprestasi dan membawa nama Makassar ke tingkat nasional, bahkan internasional.

Ia menyadari target tersebut membutuhkan proses panjang. Konsistensi latihan, pengalaman bertanding, serta kemauan untuk terus memperbaiki kekurangan menjadi hal yang harus dijaga.

The Shotgun juga terbuka menghadapi tantangan baru selama pertandingan memiliki aturan yang jelas, lawan yang sesuai, dan persiapan yang memadai. Kemenangan di By One The Proof menjadi salah satu langkah dalam perjalanannya.  Namun, ia tidak ingin menjadikan satu hasil pertandingan sebagai ukuran akhir kemampuannya.

Baginya  arena combat sport selalu menghadirkan pelajaran baru. Setiap lawan, tekanan, dan pengalaman menjadi bagian dari proses untuk membentuk dirinya sebagai petarung yang lebih matang.

Ia berharap kemenangan di Palu dapat membuka peluang untuk tampil di kompetisi yang lebih besar. Tujuan akhirnya bukan hanya menambah koleksi gelar, tetapi juga membuktikan bahwa petarung asal Makassar mampu bersaing dan berprestasi di panggung nasional maupun internasional.

“Harapan saya ke depan adalah bisa terus berkembang, mendapatkan kesempatan bertanding di kompetisi yang lebih besar, dan membawa nama Makassar ke tingkat nasional maupun internasional” Pungkasnya. (IND)

Pos terkait