PALU, BULLETIN.ID – Dalam upaya memperkuat keterpaduan pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tolitoli melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (4/7/2025).
Kunjungan tersebut dipimpin oleh sejumlah anggota DPRD Tolitoli, antara lain Ir. Rahmad Ali, Moh Saleh Kanni, Jupriadi, Hi. Anhar, Dewi Alatas, Yosepina Iryani Taruk Datu, dan Liska Ardi, serta didampingi Kasubag Kajian Perundang-undangan DPRD Tolitoli, Conny Elis Permatasari.
Rombongan diterima langsung oleh Anggota DPRD Sulteng, Dhandy Adhi Prabowo, mewakili pimpinan lembaga. Pertemuan berlangsung di Ruang Komisi III DPRD Sulteng, Kota Palu, dan membahas sinkronisasi visi-misi dalam dokumen RPJMD 2024–2029 antara Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Tolitoli.
“Kami ingin memastikan bahwa arah pembangunan di Tolitoli sejalan dengan prioritas pemerintah provinsi, khususnya dalam program strategis seperti pendidikan dan kesehatan,” ujar Ir. Rahmad Ali.
Beberapa program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang dibahas dalam forum tersebut adalah BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT, yang merupakan bagian dari 9 Program BERANI Gubernur Sulawesi Tengah.
DPRD Tolitoli menyampaikan kekhawatiran terkait keberlanjutan beasiswa daerah dan layanan pendidikan gratis, mengingat keterbatasan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kabupaten. Mereka berharap agar pemerintah provinsi dapat memberi dukungan fiskal atau kebijakan afirmatif bagi daerah dengan pendapatan terbatas.
Sementara dalam bidang kesehatan, program Universal Health Coverage (UHC) dinilai telah memberikan dampak positif, termasuk menurunnya angka stunting di Tolitoli. Namun, DPRD Tolitoli berharap ada penguatan layanan di sektor primer, terutama untuk masyarakat di wilayah kepulauan.
“Program-program ini sudah sangat baik. Hanya saja, kami perlu dukungan agar implementasinya di lapangan benar-benar menyentuh masyarakat bawah,” ujar Dewi Alatas.
Menanggapi masukan tersebut, Dhandy Adhi Prabowo menyatakan bahwa DPRD Provinsi Sulawesi Tengah akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini dan menyampaikan secara resmi ke pimpinan DPRD dan mitra kerja terkait.
“Koordinasi ini adalah langkah strategis agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan sinkronisasi RPJMD, kita harapkan tidak ada tumpang tindih program, dan semua daerah bisa berkembang bersama,” jelas Dhandy.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas pemerintah daerah agar manfaat pembangunan terasa hingga ke tingkat desa dan dusun.







