TOJO UNA-UNA, BULLETIN.ID – Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah di Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, menyatakan dukungan penuh kepada Satuan Tugas Operasi Madago Raya 2025 dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal di wilayah Sulawesi Tengah.
Ketua Pondok Pesantren Hidayatullah Tojo Una-Una, Khalid Raihan, menegaskan bahwa pihaknya menolak segala bentuk pemahaman radikal yang dapat memicu tindakan terorisme. Ia juga memastikan lembaganya siap bekerja sama dengan aparat keamanan dan instansi terkait dalam mengantisipasi infiltrasi ideologi tersebut, khususnya di lingkungan pendidikan.
“Kami selalu menyeleksi ketat tenaga pengajar, termasuk memeriksa latar belakang pendidikan dan kesehariannya. Ini salah satu cara untuk memastikan pengajaran di pondok kami bebas dari paham radikal,” ujar Khalid,
Pondok Pesantren Hidayatullah Tojo Una-Una berdiri di bawah naungan Ormas Islam Hidayatullah, yang didirikan almarhum K.H. Abdullah Said di Balikpapan pada 5 Februari 1973. Organisasi ini dikenal aktif mengirim dai ke daerah terisolasi dan memiliki cabang di seluruh Indonesia.
Legalitas pondok ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-0005410.AH.01.12 Tahun 2025 tertanggal 24 Februari 2025. Saat ini pondok memiliki 15 santri, seluruhnya anak warga lokal yang rumahnya berdekatan, sehingga belum ada yang menetap di asrama.
Kegiatan belajar mengajar di pondok meliputi pelajaran umum dengan wawasan kebangsaan pada pagi hari dan program unggulan hafalan Al-Qur’an pada sesi sore. Santri juga mengikuti sekolah umum terdekat, sementara kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan di lingkungan pondok.
Pondok ini memiliki tujuan di tiga bidang utama: sosial, kemanusiaan, dan keagamaan. Di antaranya, membangun sarana ibadah, menyelenggarakan pendidikan formal dan nonformal, membantu korban bencana, melestarikan lingkungan hidup, serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah.
Khalid menyampaikan apresiasi atas kunjungan pemerintah dan aparat kepolisian yang kerap memberikan masukan terkait pencegahan radikalisme dan penyalahgunaan narkoba.
“Kami siap berperan aktif membantu Satgas Madago Raya, pemerintah, dan semua pihak yang ingin menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Dengan sikap terbuka terhadap kunjungan dan kerja sama lintas sektor, Pondok Pesantren Hidayatullah Tojo Una-Una berharap menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi berilmu, berakhlak, dan berwawasan kebangsaan, sejalan dengan visi Hidayatullah: Membangun Peradaban Islam dan misi untuk melahirkan kader berkualitas yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.






