Uji Independen Buktikan Air Towuti Layak, Warga Diminta Tetap Waspada

  • Whatsapp
Hasil uji independen terhadap kualitas air Danau Towuti pasca kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, diumumkan pada Selasa (16/9). Foto:Ist

SOROWAKO, BULLETIN.ID – Hasil uji independen terhadap kualitas air Danau Towuti pasca kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, diumumkan pada Selasa (16/9). Pengujian yang dilakukan Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) bersama Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur dan PT Global Environment Laboratory (GEL) menunjukkan kualitas air masih memenuhi baku mutu kelas 2 sesuai PP No. 22/2021.

Dengan hasil ini, air Danau Towuti dinyatakan layak untuk aktivitas rekreasi, budidaya ikan air tawar, peternakan, hingga pengairan. Uji udara di wilayah Dusun Molindoe juga menunjukkan parameter SO₂, O₃, dan NO₂ berada di bawah ambang batas, sehingga kualitas udara masih aman.

Ketua DRRC UI, Prof. Fatma Lestari, menegaskan uji dilakukan dengan standar ilmiah dan disaksikan langsung masyarakat. 

“Hasil menunjukkan air aman, tetapi pemantauan rutin dan keterlibatan warga tetap penting agar pengelolaan lingkungan konsisten dengan bukti ilmiah dan harapan masyarakat,” ujarnya.

Sementara  itu Direktur PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menyambut baik kabar tersebut namun menegaskan perusahaan tidak akan lengah. “Komitmen kami tidak berhenti pada hasil uji. Pemulihan, bantuan warga, hingga perbaikan infrastruktur tetap berjalan dengan prinsip transparansi,” katanya.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menilai hasil uji ini memberi kepastian sekaligus menegaskan keterbukaan proses pemulihan. “Masyarakat bisa tenang, tapi pemantauan akan terus dilakukan bersama para ahli dan PT Vale. Semua langkah kami pastikan fair dan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Hingga hari ke-22 pasca insiden, tercatat 206 aduan warga dari enam desa terdampak telah ditangani. Selain bantuan kesehatan, pemerintah dan PT Vale juga memperbaiki fasilitas publik seperti jembatan dan saluran irigasi.

Berita Pilihan :  IMIP Bangun Drainase Beton di Ruas Trans Sulawesi

Dengan berakhirnya masa tanggap darurat 12 September lalu, penanganan kini memasuki tahap transisi pemulihan, dengan fokus pada pemantauan lingkungan berkelanjutan dan penguatan fasilitas desa agar lebih tangguh menghadapi risiko ke depan.

Pos terkait