Yudisium FTIK UIN Datokarama Cetak 92 Sarjana Baru

  • Whatsapp
Yudisium FTIK UIN Datokarama Cetak 92 Sarjana Baru. Foto:Ist

PALU,BULLETIN.ID  Dekan Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Saepuddin Mashuri meminta mahasiswa yang telah diyudisium, untuk terus belajar meningkatkan kompetensi sesuai dengan disiplin ilmu.

Permintaan ini disampaikan oleh Profesor Saepuddin dalam acara yudisium mahasiswa FTIK semester genap tahun akademik 2025/2026, berlangsung di Kampus II UIN Datokarama di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Prof Saepuddin mengingatkan kepada peserta yudisium bahwa gelar sarjana yang telah sah diraih, bukanlah akhir dari pencarian ilmu.

“Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan adalah keharusan bagi setiap individu. Maka, seseorang boleh berbangga diri dengan apa yang diraih, tetapi tidak boleh berhenti belajar. Maka, teruslah belajar,” imbuh

FTIK UIN Datokarama terhitung sejak Mei – awal Juni 2026 ini, telah melaksanakan yudisium mahasiswa sebanyak dua kali. Yudisium pertama berlangsung pada tanggal 7 Mei 2026, dengan jumlah peserta yudisium sebanyak 43 orang.

Yudisium kedua, berlangsung pada tanggal 4 Juni 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 49 orang.

“Para lulusan adalah ujung tombak UIN Datokarama yang diharapkan terus beradaptasi dengan kemajuan zaman dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Kata Prof saepuddin, sebagai calon pendidik dan tenaga profesional di era digital, lulusan dituntut untuk tidak gagap teknologi (gaptek). 

“Selain kecerdasan intelektual, menjaga integritas, moralitas, dan nama baik kampus di tengah masyarakat adalah modal utama untuk sukses,” ungkapProf Saepuddin.

Terkait hal itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FTIK UIN Datokarama Dr. Hj. Naima, M.Pd, menyampaikan pesan kepada para lulusan agar terus menjaga marwah alumni FTIK di masyaraka, dan menjaga nama baik UIN Datokarama Palu melalui aksi nyata bidang pendidikan dan sosial keagamaan.

Berita Pilihan :  Anwar Hafid Pacu Akses Daerah Lewat Infrastruktur Rp604,8 Miliar

Pos terkait