Kakanwil Ditjenpas Sulteng Perkuat Pengawasan Lapas Rutan

  • Whatsapp
Pengawasan Lapas Rutan Sulteng

PALU, BULLETIN – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, memperkuat pengawasan Lapas dan Rutan di wilayahnya. Kunjungan Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) pada 20-21 Juli 2026 ke Lapas Kelas IIB Ampana dan Rutan Kelas IIB Poso ini bertujuan menegaskan integritas serta deteksi dini berbagai pelanggaran, sebagai komitmen menjaga tata kelola pemasyarakatan.

Dalam lawatan tersebut, Herman melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas petugas pemasyarakatan. Ia memastikan bahwa 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan telah terimplementasi secara optimal di tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT), guna menjaga kualitas pengawasan Lapas Rutan.

Herman Mulawarman menekankan bahwa budaya kerja PRIMA Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel harus menjadi landasan setiap pegawai. Prinsip ini diterapkan dalam seluruh aspek pekerjaan, mulai dari pelayanan publik, pelaksanaan pembinaan warga binaan, hingga menjaga keamanan di dalam fasilitas pemasyarakatan.

“Budaya kerja PRIMA bukan sekadar slogan. Nilai itu harus tercermin dalam setiap pelayanan, pengamanan, pembinaan, hingga pengambilan keputusan. Organisasi akan semakin kuat apabila seluruh pegawai memiliki etos kerja yang profesional, berintegritas, responsif, inovatif, dan mampu bekerja sama,” kata Herman Mulawarman, Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah.

Selain memperkuat budaya kerja, Herman juga menggarisbawahi pentingnya deteksi dini sebagai langkah strategis. Deteksi dini sangat krusial untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan, termasuk dalam lingkup pengawasan Lapas Rutan.

Seluruh petugas diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika, peredaran telepon genggam ilegal, praktik pungutan liar, serta penipuan daring (love scamming) yang dapat merusak citra institusi pemasyarakatan.

“Jangan pernah menjadi bagian dari pelanggaran, apalagi menjadi penggeraknya. Siapa pun yang terbukti terlibat narkoba, HP ilegal, pungli maupun praktik lain yang mencederai integritas institusi akan ditindak tegas sesuai ketentuan. Integritas adalah harga mati,” kata Herman Mulawarman.

Berita Pilihan :  Ombudsman RI Resmikan Survei Pelayanan Publik 2026 di Sulteng, Bidik Maladministrasi

Selama kunjungan di Lapas Ampana, Herman secara langsung meninjau blok hunian warga binaan, dapur, dan area program ketahanan pangan. Ia memberi instruksi agar kualitas makanan bagi warga binaan senantiasa terjaga, melalui pengawasan kebersihan dapur, kualitas bahan pangan, serta penerapan menu siklus yang sesuai standar gizi.

Dalam sesi dialog bersama warga binaan, Herman turut menekankan pentingnya pendekatan humanis. Menurutnya, komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan bukan hanya mendukung proses pembinaan, tetapi juga menjadi elemen penting dalam upaya deteksi dini potensi gangguan keamanan di dalam Lapas.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap program ketahanan pangan yang telah dikembangkan oleh Lapas Ampana. Herman mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan yang tersedia sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, saat berada di Rutan Kelas IIB Poso, Herman mengingatkan seluruh jajaran untuk terus menjaga predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang telah diraih. Ia menekankan bahwa predikat tersebut harus dibuktikan dengan peningkatan kualitas pelayanan, pengawasan yang konsisten, dan penguatan integritas seluruh pegawai dalam menjalankan tugas pengawasan Lapas Rutan.

Di samping itu, Herman mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui penguasaan regulasi yang berlaku, pendidikan berkelanjutan, sertifikasi profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan sistem kerja berbasis digital yang terus berkembang.

Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyatakan kesiapan seluruh jajarannya untuk menindaklanjuti arahan Kakanwil Ditjenpas Sulteng. Komitmen tersebut meliputi penguatan budaya kerja PRIMA, peningkatan deteksi dini, dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Hal senada disampaikan Kepala Rutan Kelas IIB Poso, Nasir, yang melihat Bintorwasdal sebagai momentum evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan predikat WBK.

Pos terkait