MIND ID Perkuat Kepastian Investasi Proyek PT Vale di Pomalaa

  • Whatsapp
Investasi Proyek Hilirisasi Nikel

KOLAKA, BULLETIN – Mining Industry Indonesia (MIND ID) menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keberlanjutan investasi proyek hilirisasi nikel di Blok Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Di tengah dinamika sosial, holding BUMN pertambangan ini turun langsung ke lapangan untuk memastikan pengembangan proyek hilirisasi nikel PT Vale Indonesia Tbk tetap aman, memiliki kepastian hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat lokal.

Komisaris MIND ID yang juga Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran, bersama Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin, memimpin kunjungan kerja ke kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa pada Selasa, 4/8. Kunjungan ini melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, DPRD, serta manajemen PT Vale Indonesia sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas lembaga dalam mengawal proyek strategis nasional ini. Kehadiran para pemangku kepentingan menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memastikan pembangunan kawasan industri berbasis nikel di Pomalaa tidak terganggu oleh persoalan sosial maupun operasional yang berpotensi menghambat investasi proyek hilirisasi nikel.

Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran mengatakan seluruh persoalan yang muncul di sekitar proyek harus diselesaikan melalui dialog, koordinasi, dan mekanisme hukum tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat maupun keberlanjutan investasi proyek hilirisasi nikel.

“Kita ingin kawasan industri ini maju, masyarakatnya maju, alamnya tetap lestari. Semua persoalan harus diselesaikan dengan sinergi tanpa meninggalkan masyarakat,” kata Fadil Imran, saat meninjau kawasan proyek.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepastian investasi proyek hilirisasi nikel, perlindungan hak masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan dalam pembangunan proyek hilirisasi mineral.

Menjadi Mata Rantai Industri Baterai Global

IGP Pomalaa merupakan salah satu proyek hilirisasi nikel terbesar yang tengah dikembangkan PT Vale Indonesia bersama mitra global melalui perusahaan patungan PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI). Proyek ini akan membangun fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) di kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) untuk mengolah bijih nikel limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku utama baterai kendaraan listrik.

Berita Pilihan :  KPK Wanti-wanti DPRD Sulteng soal Penyimpangan Pokir dan Perjalanan Dinas

Fasilitas tersebut ditargetkan mampu memproduksi sekitar 120.000 ton kandungan nikel dan 15.000 ton kandungan kobalt dalam bentuk MHP setiap tahun. Produksi tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok utama bahan baku industri kendaraan listrik dunia sekaligus meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri melalui investasi proyek hilirisasi nikel ini.

Investasi Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Daerah

Selain menopang agenda hilirisasi nasional, proyek Pomalaa juga diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara. Menurut Fadil Imran, perkembangan kawasan industri mulai memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal. Aktivitas usaha di sektor transportasi, perhotelan, kuliner, perdagangan, hingga jasa mengalami peningkatan seiring pembangunan kawasan industri, disertai terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar berkat investasi proyek hilirisasi nikel ini.

Ia menilai manfaat ekonomi tersebut menjadi alasan penting untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif.

“Menjaga kondusivitas iklim investasi itu nomor satu. Dampaknya bukan hanya bagi Kolaka atau Sulawesi Tenggara, tetapi juga terhadap kepercayaan dunia kepada Indonesia sebagai tujuan investasi,” katanya.

Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan Proyek

MIND ID menegaskan keberhasilan proyek strategis seperti Pomalaa tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas industri, tetapi juga pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan, kepastian hukum, serta stabilitas sosial di sekitar kawasan proyek. Holding BUMN pertambangan itu menilai setiap persoalan yang muncul harus diselesaikan melalui mekanisme yang transparan, sesuai ketentuan hukum, dan mengedepankan dialog agar pembangunan dapat berlangsung tanpa mengabaikan hak masyarakat maupun aspek perlindungan lingkungan. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaku industri, investasi proyek hilirisasi nikel Pomalaa diharapkan menjadi salah satu fondasi penting Indonesia dalam memperkuat ekosistem baterai kendaraan listrik sekaligus meningkatkan daya saing industri mineral nasional di pasar global.

Pos terkait