NARATHIWAT, BULLETIN – Insiden tragis menimpa dunia sepak bola Thailand, ketika pemain Yala FC, Safwan Awae (24), meninggal dunia setelah tersambar petir saat berlaga di turnamen Golok Cup. Peristiwa petir tewaskan pemain Yala FC ini terjadi di Stadion Santiphap, Sungai Golok, Provinsi Narathiwat, Selasa (4/8/2026), menyoroti kembali pentingnya protokol keselamatan di tengah cuaca ekstrem.
Peristiwa nahas petir tewaskan pemain Yala FC itu berlangsung saat pertandingan masih berjalan di bawah guyuran hujan lebat dan badai petir. Rekaman video menunjukkan kilatan petir menyambar area lapangan, menyebabkan beberapa pemain, termasuk korban petir tewaskan pemain Yala FC, terjatuh seketika.
Tim medis segera memberikan pertolongan pertama di lokasi sebelum membawa Safwan Awae ke rumah sakit. Namun, nyawa pemain muda tersebut tidak dapat diselamatkan, menjadikannya korban dari petir tewaskan pemain Yala FC.
Kepala Kepolisian Sungai Golok, Kolonel Thun Sirikhunt, membenarkan bahwa Safwan Awae meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya usai tersambar petir. Tragedi petir tewaskan pemain Yala FC ini menjadi pengingat pahit akan bahaya alam.
“Meskipun tim medis darurat telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan korban, ia meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya,” kata Thun Sirikhunt.
Selain korban meninggal, insiden petir tewaskan pemain Yala FC ini juga melukai sedikitnya 12 orang lainnya dengan luka bakar dan cedera. Salah satu korban luka adalah pemain asal Malaysia, Alif Ezzahan Zulkifli, yang langsung dirawat di Rumah Sakit Sungai Golok.
Yala FC menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Safwan Awae, yang baru bergabung dengan klub untuk kompetisi Thai League 3 wilayah Selatan. Tragedi petir tewaskan pemain Yala FC ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan klub.
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Turut berduka cita kepada keluarga Safwan Awae, pemain baru FC Yala,” tulis klub melalui akun resminya.
Insiden petir tewaskan pemain Yala FC ini kembali memicu diskusi tentang urgensi penerapan protokol keselamatan dalam pertandingan saat cuaca buruk. FIFA dan federasi sepak bola dunia menganjurkan penghentian pertandingan jika ada ancaman petir, bahkan sebelum hujan deras turun.
Thailand sendiri sedang dalam musim hujan antara Mei hingga Oktober, di mana badai petir dan hujan lebat sering terjadi di wilayah selatan. Kondisi ini meningkatkan risiko kegiatan di ruang terbuka, termasuk pertandingan olahraga, dan menyoroti alasan mengapa petir tewaskan pemain Yala FC adalah sebuah kemungkinan yang harus diantisipasi.
Tragedi yang menimpa Safwan Awae adalah peringatan keras bahwa keselamatan pemain, ofisial, dan penonton harus menjadi prioritas utama. Penyelenggara pertandingan wajib memastikan mitigasi risiko petir tewaskan pemain Yala FC tidak terulang kembali.






