MANCHESTER, BULLETIN – Manchester City memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Enzo Maresca, mantan asisten Pep Guardiola, yang kini menjabat sebagai manajer utama. Maresca, yang sukses membawa Leicester City promosi dan sempat menjadi bagian staf Chelsea, kini mengemban tugas berat setelah kepergian Guardiola.
Maresca diharapkan mampu meneruskan kejayaan Manchester City yang telah meraih 18 trofi dalam delapan tahun terakhir. Pelatih berusia 46 tahun ini tengah menyusun skuad impiannya dan diperkirakan akan membawa penyesuaian taktis signifikan. Meskipun tetap mengedepankan filosofi menyerang dan garis pertahanan tinggi, perubahan ini membutuhkan profil pemain yang berbeda dari era sebelumnya. Transformasi ini menjadi sorotan utama bagi penggemar Manchester City Enzo Maresca.
Berikut adalah proyeksi XI Impian Manchester City di bawah arahan Enzo Maresca, dengan fokus pada reorganisasi taktis yang dikutip dari sportbible
Lini Belakang: Transisi Bek Sayap Tradisional
Di posisi penjaga gawang, Gianluigi Donnarumma (26) dipercaya sebagai pilihan utama setelah mencatat 15 clean sheet dari 34 laga musim lalu. Kepergian James Trafford ke Leeds United semakin mengukuhkan posisinya. Di bek kanan, Malo Gusto diproyeksikan mengisi pos tersebut, mengingat Maresca pernah melatihnya di Chelsea. Gusto akan berfungsi sebagai bek sayap tradisional yang aktif melakukan overlap. Sementara itu, Nico O’Reilly (21), jebolan akademi dengan 55 penampilan dan 15 kontribusi gol musim lalu, akan mengamankan posisi bek kiri. Kombinasi Marc Guehi dan Abdukodir Khusanov yang didatangkan awal 2025, akan menjadi jantung pertahanan Manchester City Enzo Maresca setelah tampil solid dengan 16 clean sheet di kompetisi domestik.
Lini Tengah: Rekonstruksi Double Pivot
Lini tengah Manchester City Enzo Maresca akan mengalami perombakan dengan kehadiran Elliot Anderson. Diboyong senilai £120 juta dari Nottingham Forest, Anderson diharapkan mengisi posisi yang berpotensi ditinggalkan Rodri. Ia akan berperan sebagai gelandang box-to-box dengan daya jelajah tinggi. Untuk mendampingi Anderson, Ayoub Bouaddi (18) dari Lille menjadi target utama untuk menjaga keseimbangan di depan empat bek. Phil Foden akan tetap menjadi kreator serangan di lini tengah, dengan Rayan Cherki sebagai opsi cadangan jika Foden belum konsisten.
Lini Depan: Kecepatan Sayap dan Ketajaman Haaland
Di lini serang, Jeremy Doku berpeluang besar mengisi posisi sayap kiri, memanfaatkan kemampuannya dalam duel satu lawan satu. Antoine Semenyo, yang direkrut dari Bournemouth senilai £64 juta, akan menempati sayap kanan setelah mencetak 17 gol dari 37 laga Premier League. Semenyo akan bertugas memotong ke area dalam untuk menciptakan ancaman. Sementara itu, Erling Haaland tetap menjadi tumpuan utama di lini depan Manchester City Enzo Maresca, mengandalkan rekor impresifnya 162 gol dari 198 laga.
Perubahan Identitas Taktis
Secara taktis, Maresca diprediksi akan meninggalkan konsep inverted full-back yang sering digunakan Guardiola. Ia lebih cenderung memanfaatkan double pivot di lini tengah untuk memberikan ruang bagi para bek sayap agar aktif melebar membantu serangan. Skema bertahan 4-2-3-1 dapat bertransisi secara agresif menjadi 3-2-4-1 atau 2-2-4-2 saat menguasai bola. Pendekatan ini dirancang untuk memaksimalkan lebar lapangan dan memberi keleluasaan bagi gelandang serang seperti Foden untuk mengeksploitasi ruang di depan kotak penalti lawan. Era baru Manchester City Enzo Maresca menjanjikan perubahan yang menarik.
Sumber : sportbible






