PALU, BULLETIN – Momen penyerang muda Timnas Thailand, Jehhanafee Mamah, saat menunaikan ibadah salat di pinggir lapangan latihan menjadi perbincangan hangat jelang persiapan ASEAN Championship 2026. Video yang menunjukkan Jehhanafee Mamah salat menggunakan sehelai handuk sebagai alas tersebut viral di media sosial, memicu apresiasi luas dari warganet.
Aksi sederhana ini terekam saat sesi latihan Timnas Thailand. Meskipun sedang dalam agenda persiapan intensif, Jehhanafee Mamah tetap menunjukkan komitmennya terhadap kewajiban agama. Banyak warganet memuji sikap profesionalisme sang striker yang tidak melupakan ibadahnya.
Peristiwa ini menjadi sorotan di tengah keseriusan persiapan Thailand untuk ASEAN Hyundai Cup 2026. Turnamen sepak bola bergengsi di Asia Tenggara itu akan berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Thailand berada di Grup B bersama Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos.
Sebagai salah satu pemain muda yang dipanggil memperkuat skuad Gajah Perang, Jehhanafee Mamah diharapkan mampu menambah daya gedor lini depan tim. Pelatih Anthony Hudson menargetkan timnya tampil konsisten demi merebut kembali gelar juara ASEAN yang sebelumnya diraih Vietnam. Informasi lebih lanjut mengenai turnamen dapat dilihat di situs resmi AFF.
Di luar lapangan hijau, sikap Jehhanafee Mamah menuai pujian karena menunjukkan bahwa kesibukan sebagai atlet tidak menghalangi seseorang untuk menjalankan ibadah. Tindakan ini menjadi contoh inspiratif bahwa disiplin beragama dapat berjalan seiring dengan profesionalisme dalam olahraga.
Unggahan mengenai momen Jehhanafee Mamah salat di pinggir lapangan mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Warganet menilai aksi pemain ini sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk senantiasa menjaga nilai-nilai spiritual di tengah tuntutan kompetisi modern.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Thailand menargetkan performa maksimal di ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengembalikan dominasi mereka di sepak bola Asia Tenggara. Momen Jehhanafee Mamah salat ini menjadi pengingat bahwa prestasi dan nilai-nilai keagamaan bisa berjalan beriringan.






