JAKARTA, BULLETIN – Pemerintah terus mengakselerasi pengembangan Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital), sebuah sistem bantuan sosial berbasis infrastruktur digital publik yang mengintegrasikan data sosial secara nasional, dengan target rampung pada akhir 2026.
Sistem Perlinsos Digital ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyaluran berbagai program perlindungan sosial. Hingga saat ini, implementasi Perlinsos Digital masih dalam tahap uji coba di sekitar 48 persen kabupaten/kota di Indonesia.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan bahwa konsolidasi data sosial ditargetkan selesai pada akhir 2026. Setelah itu, akan dibuka masa sanggah publik untuk masyarakat.
“Implementasi Perlinsos berbasis digital masih dalam tahap uji coba. Ditargetkan sudah bisa diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2027 sebagai bagian dari transformasi pemerintahan,” kata Luhut, merujuk pada upaya penyempurnaan sistem Perlinsos Digital.
Mekanisme masa sanggah publik menjadi langkah penting untuk memastikan akurasi data penerima bantuan sosial. Dengan partisipasi masyarakat, pemerintah berharap dapat meminimalkan kesalahan data dan memastikan penyaluran bantuan Perlinsos Digital lebih tepat sasaran.
Perlinsos Digital dirancang sebagai platform terpadu yang mengintegrasikan berbagai data sosial nasional. Sistem ini juga diproyeksikan sebagai fondasi penting untuk pelaksanaan sejumlah program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, Perlinsos Digital akan resmi diluncurkan pada kuartal I 2027. Peluncuran ini menjadi bagian dari agenda besar transformasi digital pemerintahan di Indonesia, yang bertujuan untuk modernisasi pelayanan publik.






