Karhutla Pulau Bakalan Hanguskan 72,4 Hektare, BPBD Bangkep Butuh APD

  • Whatsapp
Karhutla Pulau Bakalan Bangkep
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sedang memadamkan titik-titik apa di Karhutla Pulau Bakalan . (Foto:Ist).

BANGGAI KEPULAUAN ,BULLETIN.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membutuhkan dukungan alat pelindung diri (APD) dan peralatan pemadaman untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Bakalan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Karhutla terjadi pada Jumat (7/8/2026) di kawasan antara Desa Bakalan dan Desa Bulungkobit, Kecamatan Tinangkung. Kebakaran melanda area hutan dan semak belukar dengan luas terdampak diperkirakan mencapai 72,4 hektare.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman, penyekatan, pendinginan, serta pemantauan titik api.

Laporan Pusdatina meneyebut, BPBD telah mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak untuk mendukung keselamatan petugas sekaligus mempercepat proses pemadaman. Salah satunya adalah Alat Pelindung Diri (APD) bagi personel yang bertugas di lokasi kebakaran.

Selain APD, petugas juga membutuhkan mesin pompa, selang, nozzle, cangkul, parang, serta peralatan pemadaman lainnya. Ketersediaan air juga menjadi kebutuhan utama untuk proses pemadaman dan pendinginan area yang telah terbakar.

Kondisi geografis lokasi yang berada di wilayah pulau turut menjadi tantangan dalam penanganan. Karena itu, BPBD juga membutuhkan dukungan mobil tangki atau armada pemadam apabila sumber air di sekitar lokasi tidak mencukupi.

Tambahan personel juga diperlukan untuk memperkuat proses pemadaman, penyekatan, dan pendinginan serta mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Berdasarkan laporan terakhir BPBD, api di lokasi karhutla telah padam. Namun, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik api baru maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

BPBD juga mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan lahan yang kering.

Berita Pilihan :  PT GNI Rumahkan 1.900 Pekerja Lokal di Morowali Utara

Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian. Namun, luas area yang terbakar mencapai 72,4 hektare sehingga penanganan dan pemantauan tetap menjadi perhatian petugas.

Pos terkait