Dapur MBG Wajib Cantumkan Batas Waktu Konsumsi Makanan

  • Whatsapp
Batas Waktu Konsumsi Makanan
ilustrasi

JAKARTA, BULLETIN – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah kini diperkuat dengan aturan baru. Setiap wadah makanan MBG wajib mencantumkan batas waktu konsumsi makanan, maksimal empat jam setelah proses memasak selesai, guna memastikan keamanan dan kualitas pangan bagi peserta didik.

Kebijakan pencantuman batas waktu konsumsi makanan ini mulai berlaku pekan depan. Aturan ini diterapkan untuk menjamin bahwa makanan yang disajikan kepada anak-anak tetap aman dan berkualitas saat disantap, mengingat pentingnya ketepatan waktu dalam konsumsi pangan.

Prinsip utama program MBG adalah makanan disiapkan untuk konsumsi pada hari yang sama. Karena tidak menggunakan bahan pengawet, masa simpan makanan MBG terbatas. Oleh karena itu, waktu antara memasak, distribusi, hingga makanan dikonsumsi menjadi krusial dalam menjaga keamanan pangan, terutama terkait batas waktu konsumsi makanan.

“Jam berapa harus mulai masak, jam berapa matang, plus maksimal empat jam setelah matang. Jadi nanti akan diberi label, kami sudah instruksikan ke semuanya, harus diberi label di omprengnya itu setiap hari,” kata Sudaryono, Kepala Badan Pangan Nasional (BPN).

Sudaryono menjelaskan, pencantuman batas waktu konsumsi makanan ini juga bertujuan membantu siswa, guru, dan pihak sekolah untuk mengetahui kapan makanan masih layak dikonsumsi. Dengan demikian, makanan tidak akan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang setelah dibagikan, mengurangi risiko pembusukan.

Selain aspek keamanan pangan, penerapan label batas waktu konsumsi makanan merupakan bagian dari upaya peningkatan standar pelaksanaan MBG. Makanan yang bergizi tidak hanya harus memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga wajib dipastikan aman ketika sampai dan dikonsumsi oleh penerima manfaat program.

Berita Pilihan :  APBN Tanggung Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun

Dengan adanya informasi jelas mengenai batas waktu konsumsi makanan pada setiap wadah, program MBG diharapkan semakin memperhatikan seluruh rantai penyediaan makanan. Ini mencakup mulai dari proses memasak di dapur, pengemasan, distribusi, hingga makanan diterima dan disantap oleh siswa.

Pos terkait