JAKARTA, BULLETIN – Pelari jarak menengah Amerika Serikat, Jonah Koech, dijatuhi sanksi larangan bertanding selama tiga tahun. Sanksi ini diberikan setelah Koech terbukti melakukan pelanggaran doping darah, menyebabkan seluruh gelar dan hasil kompetisinya sejak 30 Juli 2025 dicabut.
Badan Antidoping Amerika Serikat (USADA) mengumumkan pelanggaran doping atletik Koech terdeteksi melalui Athlete Biological Passport (ABP). Sistem ABP ini berfungsi memantau perubahan parameter darah atlet dari waktu ke waktu, guna mengidentifikasi indikasi penggunaan doping, bahkan jika tidak ditemukan hasil positif dari pemeriksaan zat terlarang secara langsung.
USADA menyatakan, pelanggaran doping atletik Koech terungkap setelah ditemukan nilai darah yang sangat tidak lazim dalam profil biologisnya. Atlet berusia 29 tahun itu kini harus menerima hukuman tiga tahun akibat penggunaan zat dan/atau metode yang dilarang dalam dunia atletik.
Konsekuensi dari sanksi doping atletik ini juga mencakup pencabutan seluruh hasil kompetisi Koech sejak 30 Juli 2025. Ia kehilangan semua medali, poin, dan hadiah yang telah diperolehnya sejak tanggal tersebut, sebagai bagian dari penegakan aturan antidoping.
Sebelumnya, Koech membuat kejutan besar pada Kejuaraan Atletik Amerika Serikat 2025. Ia berhasil memenangkan nomor 1.500 meter putra dengan catatan waktu 3 menit 30,17 detik, yang sekaligus menjadi rekor kejuaraan. Namun, gelar juara tersebut kini harus dicabut menyusul keputusan sanksi doping ini.
Dalam perlombaan itu, Koech finis di depan Ethan Strand dan peraih medali emas Olimpiade 2024, Cole Hocker. Pencabutan gelar ini menegaskan komitmen otoritas antidoping terhadap integritas olahraga, bahkan jika melibatkan atlet berprestasi.
USADA mencatat bahwa sampel darah Koech diambil sebelum dan sesudah Kejuaraan Atletik AS, masing-masing pada 30 Juli dan 8 Agustus 2025. Sampel pada 30 Juli menjadi titik awal ditemukannya nilai darah yang dinilai abnormal, memicu investigasi lebih lanjut terkait doping atletik.
Sejak tampil di Kejuaraan Dunia Atletik di Tokyo pada September 2025, Koech belum kembali mengikuti perlombaan. Pada ajang tersebut, ia finis di posisi ke-13 nomor 1.500 meter putra, sebelum kemudian kasus doping atletik ini terungkap ke publik.
Koech lahir di Kenya dan memulai karier atletik tingkat perguruan tinggi di Amerika Serikat pada periode 2015 hingga 2019. Ia kemudian mendapatkan hak untuk mewakili Amerika Serikat dalam kompetisi internasional sejak Juni 2021, sebelum akhirnya terjerat kasus doping atletik yang mengakhiri rekornya.
Dengan keputusan terbaru ini, perjalanan Koech di atletik Amerika Serikat harus terhenti sementara. Selain larangan bertanding selama tiga tahun, pencabutan seluruh hasil kompetisi sejak 30 Juli 2025 menjadi konsekuensi besar dari pelanggaran doping atletik yang terungkap melalui sistem pemantauan darah atlet.






