Palu Jadi Tuan Rumah National TOT VOICE, Pelajar Didorong Berani Suarakan Hak Anak

  • Whatsapp
TOT VOICE Palu
Sekda Kota Palu Irmayanti.(Foto; Jufri)

PALU, BULLETIN – National Training of Trainers (TOT) VOICE resmi dibuka di Palu pada 11 Agustus 2026, berfokus pada pencegahan pernikahan anak dan praktik sunat perempuan. Kegiatan TOT VOICE Palu ini dibuka secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, di Auditorium Kantor Wali Kota Palu. Program ini merupakan inisiatif Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bekerja sama dengan UNICEF Indonesia.

Acara yang berlangsung dari 11 hingga 14 Agustus 2026 ini bertujuan memberikan edukasi serta penguatan kapasitas kepada para pelajar di seluruh Indonesia. Peserta TOT VOICE Palu diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan kesadaran tentang isu-isu krusial tersebut. Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Jakarta.

Sekda Irmayanti menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan UNICEF Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Palu. Menurut Irmayanti, tema VOICE (Voicing Our Identity, Courage and Empowerment) sangat relevan dengan tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini. TOT VOICE Palu menggarisbawahi pentingnya identitas, keberanian, dan pemberdayaan.

“Selamat datang di Kota Palu, kota lima dimensi, kota yang sangat ramah dengan semua masyarakat yang datang dari mana saja,” kata Sekda Irmayanti.

Irmayanti menjelaskan bahwa identitas mengacu pada pengenalan jati diri, pemahaman nilai-nilai, dan kebanggaan sebagai pelajar. Sementara itu, keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, melainkan kemampuan untuk menyuarakan kebenaran dan membela yang lemah demi keadilan. Aspek pemberdayaan dalam TOT VOICE Palu menekankan agar anak-anak tidak hanya menjadi objek pembangunan, melainkan subjek yang berpartisipasi dan bersuara.

Berita Pilihan :  Peringati HUT Ke-1, Kodam XXIII Palaka Wira Gelar Ziarah di TMP Tatura

“Ada tiga hal yang menurut saya perlu kita maknai bersama. Pertama, identity atau identitas. Generasi muda harus mengenali jati dirinya, memahami nilai-nilai yang dimiliki, serta bangga terhadap identitasnya sebagai pelajar dan generasi penerus bangsa,” ujar Irmayanti.

“Anak-anak kita harus diberikan ruang untuk bersuara. Mereka harus didengar, dilibatkan, dan diberikan kesempatan untuk mengambil peran dalam menciptakan perubahan yang lebih baik,” jelas Irmayanti.

Pemerintah Kota Palu berharap melalui kegiatan TOT VOICE Palu ini, para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat disebarluaskan di daerah masing-masing, menciptakan gelombang perubahan positif. Upaya perlindungan anak membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti hanya pada forum pelatihan, tetapi dapat melahirkan gerakan dan perubahan nyata di lingkungan masing-masing,” harap Irmayanti.

Kegiatan National TOT VOICE di Kota Palu ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya generasi muda yang kuat dalam identitas, berani menyuarakan kebaikan, dan mampu memberdayakan sesama. Semangat VOICE diharapkan terus menjadi gerakan kolektif untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, setara, dan ramah anak di seluruh Indonesia.

Pos terkait