PALU, BULLETIN – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama mempercepat akselerasi kenaikan jabatan fungsional dosen. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius UIN Datokarama untuk meningkatkan mutu dan daya saing perguruan tinggi Islam negeri tersebut.
Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Datokarama, Profesor Hamlan, di Kota Palu, Selasa, mengemukakan bahwa percepatan kenaikan jabatan fungsional dosen ini merupakan komitmen kuat dari institusi yang dipimpin oleh Rektor Profesor Lukman Thahir. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia di UIN Datokarama.
“Hal ini sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia, yang diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu akademik, serta mempertahankan dan meningkatkan akreditasi unggul yang telah diraih oleh UIN Datokarama,” kata Profesor Hamlan.
Profesor Hamlan, yang juga merupakan tim dalam Komite Integritas Akademik (KIA) UIN Datokarama, menjelaskan bahwa Tim KIA telah menggelar sidang untuk membahas kenaikan jabatan fungsional dosen. Sidang ini merupakan bagian integral dari proses akselerasi yang sedang berjalan di UIN Datokarama.
Sidang KIA yang diselenggarakan pada 11 Agustus 2026 tersebut, lanjutnya, membahas kenaikan jenjang jabatan untuk 23 dosen. Rinciannya adalah 1 orang dosen dari asisten ahli naik ke lektor, 16 orang dosen lektor naik ke lektor kepala, dan 6 orang dosen lektor kepala naik ke guru besar. Percepatan kenaikan jabatan fungsional dosen ini menunjukkan keseriusan kampus.
“Langkah strategis ini diambil sebagai respons dalam upaya peningkatan mutu akademik, serta ikhtiar memperkuat posisi UIN Datokarama di kancah nasional maupun internasional,” ungkap Profesor Hamlan. Ini adalah upaya nyata UIN Datokarama untuk terus berkembang.
Menurutnya, jabatan fungsional bukan sekadar gelar, melainkan indikator utama integritas dan kedalaman riset para pendidik di perguruan tinggi. Oleh karena itu, kenaikan jabatan fungsional dosen menjadi krusial untuk menumbuhkan budaya riset yang kuat.
Dalam konteks tersebut, akselerasi kenaikan jabatan fungsional dosen ini juga diimbangi dengan alokasi hibah penelitian internal dan fasilitas kolaborasi riset lintas lembaga. Dosen didorong untuk tidak hanya naik pangkat, tetapi juga ditantang untuk menghasilkan inovasi serta pemikiran yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang keilmuan Islam, sosial, dan sains terapan.
“Kualitas sebuah perguruan tinggi tercermin dari kapasitas intelektual para dosennya. Akselerasi jabatan fungsional ini adalah investasi jangka panjang UIN Datokarama untuk mencetak SDM unggul dan memperluas kontribusi akademis bagi bangsa,” tegas Profesor Hamlan.
Dengan akselerasi ini, UIN Datokarama Palu optimistis jumlah lektor kepala dan profesor di lingkungan kampus akan meningkat signifikan dalam waktu dekat. Hal ini sekaligus memperkokoh posisinya sebagai pusat keunggulan di kawasan Asia, menunjukkan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan.






